Pemkot Denpasar Gelar Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Catur Muka, Berlangsung Khidmat

0
99
Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menghadiri dan mengikuti prosesi Tawur Agung Kesanga serangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 di Kota Denpasar berlangsung bertepatan dengan Tilem Sasih Kesanga, di Kawasan Catus Pata Catur Muka Denpasar, Rabu (18/3).

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar menggelar Upacara Tawur Agung Tilem Kesanga serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 di kawasan Catus Pata Patung Catur Muka, Rabu (18/3).

Prosesi sakral tersebut berlangsung khidmat dengan diiringi alunan gambelan, kekidungan suci, serta tari-tarian wali seperti Rejang Renteng, Rejang Dewa, Baris Gede, hingga Topeng Wali. Upacara dipuput oleh enam sulinggih Sarwa Sadhaka.

Ribuan umat Hindu serta perwakilan desa adat se-Kota Denpasar turut mengikuti rangkaian upacara hingga selesai.

Hadir langsung di tengah masyarakat, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, serta Dandim 1611 Badung Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan. Turut hadir Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta bendesa adat.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara bersama jajaran turut nyaksiang dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi yang diakhiri dengan ritual mendem tawur di kawasan Catus Pata.

Baca Juga:  Jaya Negara Lepas 13 Bus Mudik Gratis PLN, Ratusan Warga Denpasar Pulang Kampung

Jaya Negara menjelaskan bahwa pelaksanaan Tawur Agung Kesanga merupakan bagian penting dari rangkaian Hari Suci Nyepi yang dilanjutkan dengan malam Pangerupukan, yang identik dengan pengarakan ogoh-ogoh sebagai prosesi nyomya bhuta kala.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Pangerupukan hingga Nyepi sepenuhnya diserahkan kepada desa adat sesuai dengan dresta, adat istiadat, dan awig-awig yang berlaku.

Namun demikian, pada tahun ini pelaksanaan juga mengacu pada Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian Ogoh-Ogoh, sebagai upaya menjaga kelestarian adat dan budaya Bali.

“Mari kita laksanakan malam Pangerupukan dan Catur Brata Penyepian dengan penuh tanggung jawab agar berjalan tertib, aman, dan kondusif,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Hadiri Pengukuhan Prajuru Desa Adat Pedungan, Tekankan Sinergi Adat dan Pemerintah

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara menjelaskan bahwa rangkaian Tawur Agung Kesanga telah dimulai sejak awal Maret 2026.

Tahapan tersebut meliputi mepiuning pada 3 Maret, dilanjutkan dengan nyukat genah di kawasan timur laut Patung Catur Muka pada 10 Maret 2026. Selanjutnya, prosesi ngingsah dan mapepada dilaksanakan di Pura Agung Jagatnatha.

Adapun enam sulinggih yang memuput upacara Tawur Agung Kesanga di Denpasar yakni Ida Pedanda Putra Telaga, Ida Pedanda Gede Mas Jelantik, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, Ida Jro Dukuh Udhalaka Dharma, Sira Empu Dharma Sunu, dan Ida Pandita Mpu Dhaksa Siwa Putra Santhi Yoga.

Ia berharap seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif berkat dukungan seluruh pihak.

Sebagai informasi, pelaksanaan Nyepi (Sipeng) Tahun Caka 1948 jatuh pada 19 Maret 2026 dan dilaksanakan selama 24 jam, mulai pukul 06.00 Wita hingga 06.00 Wita keesokan harinya.

Selama periode tersebut, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan sebagai wujud penyucian diri dan alam semesta.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here