Puncak Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tabanan Tampilkan Karya Kreatif Sekaa Teruna

0
106
Foto: Puncak Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026, dibuka oleh Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, (15/3).

TABANAN, KEN-KEN – Puncak Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 berlangsung meriah dan menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tabanan, bahkan menarik perhatian pengunjung dari luar daerah. Kegiatan yang digelar di kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Minggu (15/3), menampilkan 10 ogoh-ogoh terbaik karya Sekaa Teruna (ST) yang sebelumnya menjadi pemenang di tingkat kecamatan.

Ribuan masyarakat memadati lokasi acara untuk menyaksikan penampilan ogoh-ogoh yang tampil spektakuler dengan berbagai konsep kreatif dan artistik.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang hadir didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ida Tjokorda Anglurah Tabanan atau yang mewakili, anggota DPRD Provinsi Bali, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekretaris Daerah, para asisten dan kepala perangkat daerah terkait, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Festival Ogoh-Ogoh Singasana tidak hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan seni budaya serta sarana mempererat kebersamaan generasi muda di Tabanan.

Festival ini lahir dari gagasan dan diskusi bersama para yowana (generasi muda) yang kemudian mendapat sambutan luar biasa dari Sekaa Teruna di seluruh wilayah Tabanan.

Pada tahun 2026 ini, festival diikuti oleh 64 ogoh-ogoh dari seluruh kecamatan yang sebelumnya telah melalui proses seleksi secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten.

Baca Juga:  Tunjangan Pensiun Anggota DPR RI Bertentangan dengan Regulasi Keuangan Negara?

“Maka dari itu pemerintah hadir di tengah masyarakat dalam rangka pelestarian adat, agama, dan seni budaya yang sejalan dengan visi misi pembangunan daerah. Astungkara, Festival Ogoh-Ogoh Singasana yang ketiga ini dapat terselenggara dengan penuh semangat dan antusiasme dari 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, ogoh-ogoh berjudul Adhikara Grahana karya ST Dharma Bhakti Banjar Tampak Karang, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti berhasil meraih Juara I.

Sementara Juara II diraih ST Tri Wikrama Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan dengan ogoh-ogoh berjudul Ngerejeg Bhoma Palatra. Sedangkan Juara III diraih ST Permata Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri dengan ogoh-ogoh berjudul Kunti Seraya.

Sanjaya juga mengapresiasi perkembangan kreativitas generasi muda dalam pembuatan ogoh-ogoh yang dinilai semakin inovatif dari tahun ke tahun.

Baca Juga:  Tunjangan Hak Pensiun Keuangan DPR Pasca Putusan MK: Apakah Berlaku Surut?

Menurutnya, festival ini bukan hanya menjadi bagian dari tradisi menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.

“Dulu ogoh-ogoh mungkin hanya dibuat untuk diarak. Namun sekarang kualitasnya semakin luar biasa. Bahkan sudah menggunakan teknologi sehingga ogoh-ogoh bisa bergerak. Ini menunjukkan kecerdasan dan kreativitas anak-anak muda di Kabupaten Tabanan yang terus berkembang,” tambahnya.

Festival Ogoh-Ogoh Singasana diharapkan dapat terus menjadi ruang pembinaan seni budaya sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi Bali melalui kreativitas generasi muda.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here