
Upayakan SDN 5 Banjar Segera Kembali Laksanakan Kegiatan Belajar Mengajar
BULELENG, KEN-KEN – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung dampak bencana banjir yang merendam kawasan SD Negeri 5 Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (14/3).
Kedatangan Gubernur disambut oleh para siswa yang terdampak banjir. Dalam kesempatan tersebut, ia meninjau langsung kondisi ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, serta sejumlah fasilitas sekolah yang sempat terendam air hingga hampir mencapai plafon bangunan.
Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng itu juga berdialog dengan kepala sekolah dan para guru untuk mendengar langsung berbagai kebutuhan mendesak dalam rangka percepatan pemulihan sarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.
Dalam peninjauan tersebut, Koster menegaskan bahwa perbaikan rumah warga terdampak telah mulai dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Perbaikan untuk warga sudah disepakati dan mulai berjalan. Namun kemungkinan masih ada warga yang belum terdata. Saya minta BPBD segera melakukan pendataan lanjutan agar tidak ada masyarakat yang seharusnya menerima bantuan tetapi terlewat,” tegas Koster.
Terkait kerusakan di SDN 5 Banjar, Gubernur meminta agar proses pembelajaran dapat segera dipulihkan dalam waktu cepat. Pemerintah Provinsi Bali juga akan membantu pemenuhan kebutuhan sarana belajar melalui dana gotong royong Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Bali.
Ia meminta pihak desa dan sekolah segera mendata kebutuhan mendesak seperti papan tulis, buku pelajaran, meja, serta perlengkapan belajar lainnya agar bantuan dapat segera disalurkan.
Untuk solusi jangka panjang, Koster menyebut adanya usulan untuk membongkar bangunan sekolah yang terdampak banjir dan membangun kembali gedung sekolah bertingkat guna mengurangi risiko kerusakan jika banjir kembali terjadi.
“Ini solusi jangka panjang. Perencanaan teknisnya akan dirancang oleh Bupati Buleleng. Jika membutuhkan dukungan dari Pemprov Bali, kami siap membantu melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK),” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga akan meminta Balai Wilayah Sungai melakukan normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi untuk mencegah banjir serupa di masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Minggu (15/3), Gubernur Koster juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Buleleng dengan total nilai Rp1.263.000.000 yang bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Bantuan tersebut diberikan kepada 50 penerima manfaat yang mencakup perbaikan rumah warga, pemulihan ekonomi masyarakat, perbaikan fasilitas umum, perbaikan tempat ibadah, serta santunan bagi keluarga korban meninggal dunia.
Bantuan perbaikan rumah diberikan kepada 31 unit rumah yang mengalami kerusakan, terdiri dari 8 rumah rusak berat, 20 rumah rusak sedang, dan 3 rumah rusak ringan dengan total bantuan sebesar Rp435 juta.
Selain itu, bantuan penguatan ekonomi juga disalurkan untuk perbaikan sarana usaha seperti kandang kambing dan kandang ayam senilai Rp15 juta.
Dalam upaya memulihkan layanan dasar masyarakat, Pemerintah Provinsi Bali juga mengalokasikan bantuan sekitar Rp726 juta untuk perbaikan instalasi jaringan air bersih di 12 titik yang tersebar di sejumlah desa.
Perbaikan dua tempat suci yang terdampak banjir juga mendapatkan bantuan dengan total nilai Rp42 juta.
Pemprov Bali turut memberikan santunan kepada keluarga tiga korban meninggal dunia akibat banjir bandang, masing-masing sebesar Rp15 juta.
Gubernur Koster berharap bantuan tersebut dapat mempercepat proses pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
Editor: Ken


