DENPASAR, KEN-KEN – Gubernur Bali Wayan Koster, di dampingi Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra serta segenap Kepala Perangkat Daerah Provinsi Bali hadir dan menyaksikan pagelaran pameran Singgasana Seni Bung Karno, di Bali Beach Conversation Center, Sabtu (28/2).
Kegiatan ini memadukan fashion show, pertunjukan musik, pameran IKM produk lokal Bali hingga bazar kuliner UMKM dalam satu panggung kebudayaan dan ekonomi kerakyatan.
Pertunjukan fashion show menonjolkan karya desainer dan perajin lokal, memadukan unsur tradisional dan modern.
Pagelaran Singgasana Seni Bung Karno diharapkan menjadi ruang penghargaan untuk kesenian, karena seni merupakan denyut bangsa, yang bisa dirasakan dalam gerak, dalam suara dan dalam ritme dan karya-karya etnik lainnya, sehingga melalui karya-karya seni kita dapat melihat Indonesia yang memiliki banyak keberagaman.
Hadir dalam event ini, Presiden RI Kelima Megawati Soekarno Putri didampingi putranya Prananda. Ibu Megawati hadir menyaksikan
Pagelaran Singgasana Seni Bung Karno yang tak lain merupakan ayahnya, yang menjadi momentum penguatan ekonomi kerakyatan t IKM dan UMKM. Event ini bukan sekadar pertunjukan seni dan budaya semata.
Gubernur Koster mengatakan pagelaran Singgasana Seni Bung Karno dijadikan titik tolak untuk dilakukan evaluasi, sebelum digelar di kota besar lain seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.
Gubernur Bali dua periode ini menyatakan bahwa konsep Singgasana Seni Bung Karno dititik beratkan pada perkenalan sisi seni Presiden pertama RI (Bung Karno), khususnya di bidang melukis dan menciptakan puisi.
Pagelaran akbar yang diselenggarakan pertama kali di Bali ini, menghadirkan artis tingkat pusat dan lokal, yakni mulai dari Once, Krisdayanti dan Gus Teja. Hal ini menunjukkan bahwa panggung kebudayaan dapat menjadi instrumen konkret dalam mendorong sebuah pertumbuhan ekonomi rakyat, sehingga akan menjadi peluang bagi berkolaborasinya sinergi antara kesenian dan ekonomi kerakyatan.
Melalui pendekatan kolaboratif antara seni, budaya, dan UMKM, Bali ditujukan menjadi tuan rumah acara bergengsi, tetapi juga laboratorium model pengembangan ekonomi berbasis budaya yang siap direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Untuk diketahui, total ada 22 kuliner dan 77 UMKM binaan Ketua Dekranasda Bali Ibu Putri Suastini Koster juga tampil di ajang ini.
Penggagas event ini yakni Mahagaya Pagelaran Persona menargetkan perputaran ekonomi senilai Rp 2,5 M dalam ajang ini.
Editor: Ken




