
JEMBRANA, KEN-KEN — Setelah sepuluh tahun vakum dari panggung Negeri Sakura, grup musik bambu asal Jembrana, Jegog Suar Agung, kembali menggelar road show di Jepang. Pementasan perdana berlangsung di Toyota City, Fukuoka, Selasa (24/2), dan berhasil menyedot ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.
Road show ini dilepas secara resmi oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, pada Minggu (15/2). Antusiasme penonton Jepang menunjukkan bahwa Jegog Suar Agung masih memiliki basis penggemar setia di luar negeri.
Penampilan sekaha Jegog Suar Agung dipimpin oleh I Gede Oka Artha Negara, putra maestro almarhum I Ketut Suwentra yang dikenal sebagai “Pekak Jegog”. Dalam tur kali ini, Oka Artha juga melibatkan putra-putrinya, Okky Junior Sadewa dan Ikko Suar Agung Dewi, sebagai penari untuk memastikan regenerasi kesenian Jegog tetap berjalan.
“Tur ini bukan sekadar agenda pementasan, melainkan komitmen jangka panjang untuk melestarikan dan mengembangkan Jegog Suar Agung,” ujar Ikko Suar Agung Dewi. Ia menekankan pentingnya pembinaan generasi muda dan penguatan jejaring internasional agar Jegog tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Dalam pementasan di Jepang, Oka Artha meramu komposisi khusus yang memadukan resonansi nada rendah bambu raksasa dengan ritme eksplosif serta dialog musikal antar-instrumen. Kepemimpinannya tidak hanya menjaga pakem tradisi, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu diterima publik mancanegara.
Kiprah Jegog Suar Agung di luar negeri bukanlah hal baru. Grup ini telah berkali-kali tampil di berbagai negara, termasuk Jepang. Road show kali ini berlangsung selama 12 hari dengan rangkaian pementasan di sejumlah kota.
Dentuman bambu dari Desa Sangkar Agung kembali menggema di Negeri Sakura, menegaskan bahwa Jegog Suar Agung bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan duta budaya yang mempererat hubungan Indonesia dan Jepang lintas generasi. (wins).
Editor: Ken


