Gubernur Koster Gandeng Polda Bali Presisi Tangani Wisman Nakal, Narkoba, dan Judi Online

0
171
Foto: Gubernur Koster Ajak Kepolisian Daerah (Polda) Bali Presisi (Prediktif, ResponsIbilitas, dan transparansi berkeadilan) Tangani Kasus Wisman Nakal, Narkoba dan Judi Online di Bali.

DENPASAR, KEN-KEN — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya menjaga reputasi Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia dengan menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Bali Presisi. Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Bali yang dipimpin Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Koster menekankan pentingnya penanganan kasus wisatawan mancanegara (wisman) nakal, jaringan narkoba, hingga judi online.

Menurut Koster, pariwisata Bali berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, mencapai 66 persen dari total pertumbuhan ekonomi Bali pada 2024. Tahun 2025, jumlah kunjungan wisman meningkat menjadi 7,05 juta orang, naik dari 6,3 juta orang pada 2024. “Pada tahun 2024, devisa pariwisata Bali mencapai Rp167 triliun atau 53,6 persen dari total devisa pariwisata Indonesia,” ujar Koster.

Koster menyoroti perilaku oknum wisman nakal yang mencoreng citra Bali, seperti pembobolan ATM, pelanggaran lalu lintas, hingga tindakan yang menodai kesucian Bali. Ia juga menyinggung ancaman serius berupa jaringan narkoba internasional, kasus prostitusi, hingga keberadaan geng asing yang melakukan penculikan.

Baca Juga:  Bali Dilanda Cuaca Ekstrem, 76 Titik Bencana Tercatat, 350 Warga Dievakuasi

“Tantangan Bali sebagai destinasi wisata dunia semakin nyata. Kita harus membangun kesadaran bersama agar Bali tetap aman dan nyaman bagi wisatawan, sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegas Koster.

Selain masalah keamanan, Koster menyinggung persoalan kemacetan akibat meningkatnya jumlah kendaraan. Ia menyebut pemerintah pusat telah menyetujui bantuan pembangunan infrastruktur jalan senilai Rp1,5 triliun melalui APBN.

Terkait sampah, Koster mengapresiasi Polda Bali dan TNI yang telah melakukan aksi bersih pantai sesuai instruksi Presiden RI Prabowo Subianto.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu juga mengumumkan program sosial baru, yakni pemberian insentif bagi kelahiran anak ketiga (Komang) dan keempat (Ketut), serta program “1 keluarga, 1 sarjana”. Program ini ditujukan untuk mencegah defisit jumlah krama Bali sekaligus memperkuat pelestarian adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal.

Baca Juga:  Pemprov Bali Klarifikasi Isu Penambahan Ribuan Taksi Listrik Pastikan Kuota Tetap 3.500 Unit, Wajib Elektrifikasi Mulai 2026

“Kekuatan seni budaya dan kearifan lokal Bali inilah yang akan menjadi keunggulan pariwisata Bali,” kata Koster.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menegaskan Polda Bali Presisi siap mendukung dan mengamankan rencana kerja Pemerintah Provinsi Bali tahun 2026. Rapim Polda Bali, menurutnya, bertujuan menyelaraskan dukungan kepolisian dengan pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait, sekaligus meningkatkan sinergitas dan kapasitas jajaran kepolisian.

Editor: Ken

Advertizing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here