
DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar menggelar apel peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ke-80 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan tabur bunga di kawasan Monumen Puputan Badung, Senin (13/4/2026) pagi.
Apel yang berlangsung di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung itu dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Denpasar, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.
Seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan dan ditutup dengan prosesi tabur bunga oleh Wakil Wali Kota Arya Wibawa bersama para peserta apel di sekitar Monumen Puputan Badung.
Dalam sambutannya, Arya Wibawa menegaskan bahwa peringatan Serangan Umum Kota Denpasar berakar pada salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah perjuangan rakyat Denpasar dalam mempertahankan kemerdekaan dari upaya kolonial Belanda/NICA untuk kembali menguasai Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.
Ia mengingatkan bahwa Serangan Umum Kota Denpasar terjadi tepat 11 April 1946, dan hingga kini tetap dikenang sebagai tonggak heroik perjuangan para pejuang kemerdekaan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Arya Wibawa, tanggal 11 April 1946 menjadi simbol keberanian, keteguhan, dan semangat juang masyarakat Denpasar yang dipimpin oleh para pejuang berjiwa patriotik. Dengan dedikasi dan idealisme tinggi, mereka bersatu melawan penjajah demi mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Lebih lanjut, Arya Wibawa mengutip pesan Presiden Pertama RI, Soekarno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Tanpa perjuangan dan pengorbanan para perintis kemerdekaan, kata dia, Indonesia tidak akan pernah berdiri sebagai negara merdeka.
“Melalui Peristiwa Serangan Umum Kota Denpasar, kita dapat memetik nilai luhur semangat perjuangan yang menumbuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh warga Kota Denpasar untuk senantiasa memperkokoh persatuan dan kesatuan demi tegaknya nasionalisme bangsa, serta bersama-sama mewujudkan Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya menuju Denpasar Maju,” kata Arya Wibawa.
Ia juga menekankan bahwa semangat Vasudhaiva Kutumbakam, yang mengandung makna bahwa semua manusia adalah saudara, harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial.
Menurutnya, peringatan Serangan Umum Kota Denpasar tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk ikut aktif dalam pembangunan.
“Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ini tidak semata bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memaknai dan mengamalkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan,” ujarnya.
Ajakan tersebut, lanjut Arya Wibawa, selaras dengan tema peringatan tahun ini, yakni:
“Melalui Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ke-80 Tahun 2026, Lanjutkan Perjuangan Bersama Rakyat Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Pada kesempatan itu, Arya Wibawa juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Denpasar untuk terus menjaga semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun kota. Ia meyakini bahwa jika semangat persaudaraan dan gotong royong terus diperkuat, maka berbagai persoalan kota dapat diatasi bersama, termasuk tantangan dalam tata kelola persampahan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Denpasar karena sejak 1 April 2026 mulai menjalankan arahan pemerintah untuk melakukan pemilahan sampah berbasis sumber dari skala rumah tangga.
Menurutnya, langkah ini menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan persampahan di Kota Denpasar secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar karena mulai 1 April 2026 sudah menjalankan arahan pemerintah dalam melakukan pemilahan sampah berbasis sumber. Ini akan menjadi kunci, karena jika masyarakat bahu-membahu memilah sampah, maka persoalan tata kelola persampahan di Kota Denpasar perlahan dapat kita tangani dengan baik,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Denpasar, kata Arya Wibawa, akan terus memetakan berbagai kendala di lapangan untuk kemudian diurai dan dicarikan solusi secara bertahap. Termasuk persoalan penumpukan sampah di jalan protokol, pembakaran sampah di ruang publik, dan berbagai tantangan lain dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Denpasar.
Melalui peringatan ini, Arya Wibawa berharap semangat perjuangan para pahlawan tidak hanya dikenang, tetapi benar-benar diwariskan menjadi energi kolektif untuk membangun Denpasar yang maju, bersih, harmonis, dan berbudaya.
Editor: Ken


