
Koster singgung Mengenai Sampah saat Kunker ke pemkot Denpasar
Kunjungan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster dan Tjok Oka Sukawati ke pemerintah kota Denpasar, Selasa, (21/2/2023), diterima oleh Walikota dan Wakil Walikota bersama seluruh pimpinan OPD kota Denpasar di Ksirarnawa.
Dalam sambutannya Wayan Koster menyampaikan keberhasilan Pemerintah Propinsi Bali dalam mengatasi Pandemi Covid 19, atas kerja keras seluruh pemerintah kabupaten/kota, dan pemerintah desa dan desa adat.
Disamping itu Gubernur asal Sembiran ini juga menyinggung pembangunan infrastruktur pelabuhan penyeberangan Sanur, Nusa Penida, dan Ceningan yang diresmikan Presiden Jokowi dan sudah beroperasi. Termasuk mega projek Pusat Kesenian Bali, yang menelan biaya 1,5 Triliun dari dana PEN.
“Padahal saat pilkada pemilihan Gubernur di Klungkung saya kalah, tapi saya berfikir untuk Bali, “kata Wayan Koster , disambut dengan tepuk tangan oleh ASN kota yang hadir.
“Saya bersyukur kepada alam Bali kepada Ida Betara, senua bisa berjalan dengan baik, ditengah kontraksi perekonomian akibat Pandemi Covid, karena bantuan dari Presiden Jokowi,” ujarnya.
“Amen sing ulian Taksu Bali ( kalo tidak karena taksu Bali), Bali sulit bangkit dari keterpurukan selama dua tahun minus dua digit, dari mana cari uang kalo hanya mengandalkan PAD,” ujar Koster.
Menurut Gubernur sampai saat ini tingkat kunjungan wisatawan domestik dan luar negeri sudah mencapai 23 ribu s.d. 25.000 lebih setiap harinya melewati Bandara Ngurah Rai, belum lagi lewat jalur penyeberangan Gilimanuk.
Selanjutnya pembangunan jalan shortcut Bedugul-Singaraja, bendungan yang diresmikan saat kunjungan kerja Presiden Jokowi, serta Turyapada Tower dan jalan tol, serta energi baru terbarukan menjadi topik dalam pidato Gubernur Bali.
“Kita jangan terlalu menggantungkan diri dalam sumber energi listrik ke Jawa, kita harus punya sumber listrik sendiri seperti yang akan di bangun yakni sumber listrik LNG di laut desa Sidakarya,” tambahnya.
“Kita harus lascarya (all out), untuk pembangunan Bali menuju Bali Era Baru,” katanya.
“Apa aja Bali itu terkenal, beras Bali, salak Bali, dan Arak Bali (kelakarnya), Arak bukan untuk mabuk, arak minuman keras membuat mabuk, tapi itu salah,” ujarnya.
“Keras minum yang membuat mabuk,” kelakarnya.
Sembari menyampaikan apa saja yang terlalu melebihi akan membuat mabuk termasuk minum air satu galon pasti membuat mabuk kata Gubernur yang September ini masa jabatannya selesai.
Kemudian Gubernur juga menyinggung mengenai masalh sampah, bahwa saat ini pemerintah provinsi telah membantu untuk membuat tempat pembuangan sampah terpadau (TPST) yang akan rampung pertengahan Maret.
“Jadi pertengahan Maret TPST di pantai Biaung akan rampung, dengan demikian TPA Suwung akan kita tutup. badung tidak boleh lagi buang sampah ke TPA Suwung,” ujar Koster.
Gubernur juga menyinggung mengenai Bulan Aksara Bali, agar menjadi agenda tahunan. “Di Denpasar banyak penggunaan huruf Bali dalam penulisan nama masih keliru, huruf Bali harus di atas huruf latin, sebagai bentuk penghormatan pada budaya Bali, di luar negeri malah semua pakai huruf daerahnya kecuali untuk hal yang khusus, “ujar Wayan Koster.
Sementara itu Walikota Jaya Negara mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Gubernur Bali pada pemerintah kota Denpasar dengan adanya bantuan keuangan dan Hibah dari Pemprov. Bali.
“Denpasar sebagai ibukota Provinsi Bali sudah selayaknya kerja sama yang baik selama ini antara Pemkot Denpasar dan Pemprov. bali. Dan apa yang menjadi program Pemprov Bali, diimplementasikan dalam pembanguna kota melalui visi Sebagai kota kreatif berbasis budaya, sejalan dengan Nangun Sat Kerti Lokha Bali pembangun semesta berencana,” kata walikota Denpasar.
“Kami juga sangat berterimakasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya hasil kerja keras Bapak Gubernur Wayan Koster yang telah memfasilitasi pembangunan infrastruktur di Kota Denpasar, utamanya membangun Embung Sanur yang berfungsi untuk menangulangi banjir di Kota Denpasar, dan membangun Pelabuhan Sanur yang menjadi penghubung Kota Denpasar dengan Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan di Kabupaten Klungkung.
Bapak Wayan Koster juga memfasilitasi pembangunan 3 TPST untuk menangani sampah di Kota Denpasar, bahkan TPST Kesiman Kertalangu dibangun diatas lahan seluas kurang lebih 2 hektar,” jelas Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Sebagai akhir sambutannya, atas dukungan kerja keras Bapak Gubernur Bali di Kota Denpasar,” Saya menyampaikan pantun ‘Pulau Bali pulau atraksi, gemerlap lampu dan kembang api, Gubernur Bali penuh prestasi, Kota Denpasar akan tetap rapi.
“Naik Jukung Mancing udang lobster dimasak dengan jamur enak rasanya”.
“Mari kita dukung pak Wayan Koster untuk menjadi Gubernur Bali,” tutup Jaya Negara dalam sambutannya.
Penulis : AW
Sumber : Pidato Gub Bali & Walikota Dps