Pembangunan Titik 9 dan 10 Dimulai, Gubernur Koster ‘Geber’ Penuntasan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani

0
234
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi memulai pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitan, (7/1).

BULELENG, KEN-KEN – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi memulai pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani melalui Upacara Adat Ngeruak dan Ground Breaking di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Pembangunan ini mencakup Shortcut Titik 9 dan 10 Paket 1 dan Paket 2, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Pusat untuk menuntaskan konektivitas Bali Utara–Selatan, meningkatkan keselamatan, efisiensi transportasi, serta kelancaran distribusi logistik.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan percepatan pembangunan shortcut menjadi prioritas sejak periode keduanya dimulai pada Februari 2025. Ia memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur, mulai dari tender, kontrak, hingga penentuan hari baik untuk ground breaking.

“Pembangunan shortcut ini kebutuhannya sangat mendesak, baik untuk transportasi penumpang maupun logistik. Karena itu saya pastikan proyek berjalan tepat waktu,” ujarnya.

Koster juga menargetkan percepatan pembebasan lahan untuk Titik 11 dan 12 yang memiliki medan paling berat, dengan konstruksi dimulai pada 2027–2028 dan rampung sebelum akhir masa jabatannya pada 2030.

“Saya ingin shortcut ini tuntas minimal sampai Titik 12 sebelum masa jabatan berakhir,” tegasnya.

Baca Juga  Wali Kota Jaya Negara Dorong Ketepatan Waktu Penyusunan LPPD, LKPJ, dan SPM Tahun 2026

Infrastruktur untuk Pariwisata dan Ekonomi Bali

Gubernur Koster menekankan bahwa penuntasan infrastruktur menjadi kunci menjaga keberlanjutan Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. Tahun 2025, jumlah wisatawan mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah, dengan tingkat hunian hotel 75–85 persen. Kontribusi pariwisata terhadap ekonomi Bali mencapai 66 persen, dengan devisa sekitar Rp170 triliun atau 53 persen dari total nasional.

Namun, tingginya aktivitas pariwisata juga menimbulkan persoalan kemacetan dan sampah. Karena itu, pembangunan konektivitas antarwilayah Bali menjadi prioritas utama lima tahun ke depan.

“Masalah macet tidak bisa diselesaikan dengan ceramah, ini soal infrastruktur jalan dan moda transportasi,” tegasnya.

Koster meminta seluruh pihak, termasuk kontraktor, bekerja profesional, menjaga kualitas, dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

“Kualitas harus nomor satu dan waktunya harus tepat. Kalau tidak sesuai, saya yang akan menegur,” ujarnya.

Baca Juga  Pj Sekda Denpasar Eddy Mulya Hadiri Pelantikan Pengurus APTISI Provinsi Bali 2025–2030

Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga, Asep Syarif Hidayat, menyampaikan komitmen penuh Kementerian Pekerjaan Umum mendukung pembangunan shortcut ini. Titik 9 dan 10 memiliki panjang total 3,90 km, terdiri dari jalan 2,95 km dan jembatan 942 meter. Paket 1 bernilai Rp290,84 miliar, Paket 2 Rp187 miliar, dan Paket 3 Rp189,716 miliar.

Perbaikan geometrik jalan akan memangkas waktu tempuh dari 21,22 menit menjadi 8,61 menit, menurunkan kelandaian dari 27 persen menjadi maksimal 10 persen, serta mengurangi kecelakaan yang sebelumnya mencapai 140 kasus per tahun.

Hingga kini, Pemprov Bali telah membebaskan 316 bidang tanah senilai Rp193 miliar. Namun, untuk menuntaskan seluruh ruas shortcut masih diperlukan anggaran sekitar Rp512 miliar.

Dengan kolaborasi erat antara Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali, pembangunan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani diharapkan menjadi solusi permanen konektivitas Bali Utara–Selatan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata.

Lingkup pekerjaan paket 2 terdiri dari pembangunan jalan sepanjang 0,88 km dan pembangunan jembatan sepanjang 220 meter (dua jembatan) dengan total anggaran senilai Rp 187 Miliar.
Sementara untuk lingkup pekerjaan paket 3, terdiri dari pembangunan jalan sepanjang 1,146,5 meter dan jembatan sepanjang 128,5 meter dengan kebutuhan anggaran senilai 189,7 miliar.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here