Gubernur Koster Tegaskan Karya IBTK di Besakih Harus Berjalan Tertib dan Khidmat

0
70
Foto: Gubernur Koster Turut ngayah saat Puncak Karya Ida Betara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Purnama, (2/4).

Pemprov Bali Siapkan Layanan Khusus Pemedek, Penataan Kawasan Berlanjut, dan Bantuan Rp3,2 Miliar untuk Dukung Kelancaran Karya

KARANGASEM, KEN-KEN – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih harus berlangsung dengan sebaik-baiknya, tertib, aman, dan penuh khidmat tanpa gangguan selama seluruh rangkaian upacara berlangsung.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Koster dalam sambrama wacana saat puncak karya yang digelar pada Kamis (2/4/2026), bertepatan dengan Hari Purnama Kedasa. Dalam kesempatan itu, Koster menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dari seluruh pihak, mengingat Besakih merupakan pura terbesar dan paling suci di Bali yang menjadi pusat persembahyangan umat Hindu, tidak hanya dari Bali tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

“Upacara karya ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi gangguan selama pelaksanaannya,” tegasnya.

Gubernur Koster menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan kenyamanan umat selama pelaksanaan karya yang berlangsung selama 21 hari hingga 23 April 2026. Pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, termasuk layanan transportasi khusus bagi lansia, ibu hamil, dan pemedek berkebutuhan khusus dari area parkir menuju lokasi utama persembahyangan.

Selain itu, pengaturan jadwal kedatangan umat dari seluruh kabupaten/kota di Bali hingga luar daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara dilakukan secara ketat untuk menghindari kepadatan di kawasan suci Besakih.

Baca Juga:  Gubernur Koster Perintahkan Perbaikan Jalan dan Lampu demi Kenyamanan Pemedek saat IBTK 2026

Dalam sambutannya, Koster juga menyoroti keberlanjutan penataan kawasan Besakih yang kini memasuki tahap kedua. Setelah tahap pertama rampung pada tahun 2022 dengan anggaran sekitar Rp800 miliar, tahap lanjutan difokuskan pada penataan 26 titik pelinggih dengan anggaran sekitar Rp203 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Bali.

Ia menegaskan, seluruh penataan dilakukan dengan tetap menjaga nilai historis, arsitektur, dan keseragaman estetika kawasan. Menurutnya, tidak boleh ada lagi perbedaan mencolok dalam bahan maupun warna bangunan di kawasan Besakih, sehingga semuanya harus serasi dan tetap mencerminkan keaslian kawasan suci tersebut.

Penataan akses jalan menuju Besakih

Lebih lanjut, Koster mengungkapkan rencana tahap ketiga berupa penataan akses jalan menuju Besakih dari berbagai arah seperti Klungkung dan Bangli. Studi perencanaan akan dimulai pada 2026 hingga 2027, dengan target pembangunan dimulai pada 2028 dan rampung pada 2030 guna mengantisipasi potensi kemacetan di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih yang sejak dibentuk pada 2023 telah menunjukkan hasil positif dengan pendapatan mencapai Rp14,5 miliar pada 2025. Pendapatan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan upacara, membantu desa adat dan desa dinas, serta membiayai kebutuhan operasional kawasan.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Laksanakan Bhakti Penyineban Pujawali Pura Agung Lokanatha

Pemerintah Provinsi Bali, lanjut Koster, juga memberikan bantuan khusus sebesar Rp3,2 miliar untuk mendukung pelaksanaan Karya IBTK tahun ini.

Di tengah dinamika global, Koster turut menegaskan bahwa kondisi Bali tetap aman dan kondusif. Hingga 31 Maret 2026, kunjungan wisatawan ke Bali disebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan wisatawan domestik meningkat hingga 31 persen. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dicintai.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga terus mempercepat penanganan sampah. Salah satu kebijakan yang dijalankan yakni Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke depan hanya menerima sampah residu dan ditargetkan ditutup sepenuhnya pada Agustus 2026.

Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik juga akan dimulai pada pertengahan 2026 dan ditargetkan selesai pada 2027, sehingga pada 2028 seluruh sampah di Bali diharapkan dapat diolah menjadi energi.

Sementara itu, rangkaian puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh dipuput oleh 33 orang sulinggih yang merupakan representasi seluruh wilayah Bali.

Baca Juga:  Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri Minta HKI UMKM Bali Digencarkan, Karya Lokal Harus Dilindungi

Para sulinggih memimpin prosesi di berbagai titik utama kawasan Besakih, termasuk Penataran Agung sebagai pusat utama kegiatan, sejumlah pura di kawasan Catur Lawa dan Catur Dala, serta berbagai pedharman yang menjadi bagian dari kompleks Pura Agung Besakih.

Rangkaian upacara puncak berlangsung khidmat, diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Bali, penyerahan dana simbolis kepada Jro Bendesa, prosesi nunas tirta, nedunang Ida Bhatara ke Paselang, dan ditutup dengan persembahyangan bersama.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Anggota DPRD Bali Ni Made Sumiati, Bupati Karangasem beserta Wakil Bupati Karangasem, Bupati Buleleng, Bupati Klungkung, serta Sekretaris Daerah Buleleng dan Bangli. Hadir pula Ketua PHDI Bali Jro Mangku Kenak dan Ketua PHRI Bali sekaligus Wakil Gubernur Bali periode 2018–2023 Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Bali agar tetap aman, bersih, dan harmonis. Ia juga berharap seluruh rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh tahun ini berjalan lancar, sukses, dan membawa kebaikan bagi Bali serta seluruh masyarakat.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here