Ngayah Tanpa Pamrih, Gubernur Koster Bantu Seragam untuk 503 Pecalang Buleleng

0
62
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster, Ngayah bersama Pecalang, (7/2).

BULELENG, KEN-KEN – Bertepatan dengan perayaan Tumpek Uye, Gubernur Bali Wayan Koster bertatap muka dengan pecalang di Desa Adat Buleleng. Dalam pertemuan yang berlangsung di Setra Desa Adat Buleleng, Gubernur Koster menyerahkan bantuan seragam kepada 503 pecalang dari 14 banjar adat di Desa Adat Buleleng.

Seragam lengkap berupa udeng, baju, kamen, hingga saput senilai Rp250 juta ini merupakan dukungan dari Perumda Kertha Bali Saguna. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi pecalang yang selama ini ngayah tanpa pamrih. Koster juga menegaskan bahwa bantuan seragam akan diberikan kepada seluruh pecalang se-Bali yang jumlahnya lebih dari 20 ribu orang.

Dalam sesi dialog, sejumlah pecalang menyinggung rencana pemberian insentif. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa pecalang memiliki peran penting sebagai ujung tombak pengamanan adat dan sering dilibatkan pemerintah dalam kondisi mendesak.

“Kontribusi pecalang sangat besar. Karena itu saya memikirkan bagaimana memberi perhatian yang layak melalui desa adat,” ujar Koster.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah provinsi masih menghitung kemampuan anggaran, sehingga insentif belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Namun, Koster memastikan bahwa mulai tahun 2027 atau paling lambat 2028, pemerintah akan mengalokasikan Rp50 juta per desa adat khusus untuk insentif pecalang.

Koster menekankan pentingnya desa adat sebagai penyangga adat, budaya, dan kearifan lokal Bali.

“Kalau tidak ada desa adat, Bali mungkin tidak bisa eksis seperti sekarang. Ini yang membedakan Bali dengan daerah lain,” tegasnya.

Kelian Desa Adat Buleleng menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Koster. Dukungan ini dinilai sangat berarti bagi pecalang sebagai garda terdepan menjaga keamanan dan ketertiban desa.

Baca Juga  SMSI Bali Hadiri Peresmian Monumen Siber Perjuangkan Pers Sehat dan Sebagai Pilar Demokrasi

Sejumlah pecalang juga mengungkapkan rasa bangga atas seragam baru yang diberikan. Pecalang Banjar Adat Kalintu, I Nengah Bagus Mahendra, bersama Pecalang Banjar Adat Banjar Jawa, Made Dwi Arsa Nata, menyebut seragam baru membuat mereka lebih gagah dan layak dalam menjalankan tugas.

“Sekarang seragam sudah satu pasikian pecalang Bali, kami merasa lebih layak dan gagah,” ujar Dwi Arsa.

Baca Juga  Hari Pers Nasional 2026, Monumen Media Siber Jadi Legacy Media Digital di Indonesia

Para pecalang berharap janji pemberian insentif segera terwujud, mengingat selama ini mereka ngayah tanpa menerima imbalan.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, anggota DPRD Bali asal Buleleng Gede Kusuma Putra, anggota DPRD Buleleng Ni Kadek Turkini, serta prajuru dan pecalang Desa Adat Buleleng.

Peresmian bantuan seragam ini menjadi simbol nyata perhatian pemerintah terhadap pecalang sebagai penjaga adat dan budaya Bali, sekaligus komitmen untuk memperkuat peran desa adat dalam menjaga kelangsungan Bali di tengah arus modernisasi.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here