Distan Denpasar Dorong Inovasi Pertanian Berkelanjutan Lewat Pupuk Organik Nano

0
71
Foto: Kegiatan Sosialisasi pupuk organik berbasis teknologi nano digelar di Subak Sembung, Denpasar Utara, Kamis (5/2).

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian Kota Denpasar terus mendorong pertanian ramah lingkungan dengan memperkenalkan inovasi pupuk organik berbasis teknologi nano. Sosialisasi ini digelar di Subak Sembung, Denpasar Utara, Kamis (5/2), melibatkan petani/pekaseh se-Kota Denpasar, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta unsur pemerintah provinsi dan pusat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. A.A. Gde Bayu Brahmasta, M.MA., hadir bersama perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali serta Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

Chief Marketing Officer (CMO) Wikinara, Firman Apandi, menjelaskan bahwa pupuk organik nano dirancang agar unsur hara lebih efisien diserap tanaman. Dengan demikian, kebutuhan pupuk dapat ditekan sementara hasil panen meningkat.

Baca Juga  Pemkot Denpasar All Out Dukung Sanur Bali International Half Marathon 2026

“Kerja sama ini akan diimplementasikan melalui demonstration plot (demplot) di tujuh subak dengan luasan masing-masing sekitar 10 are. Kami berharap dukungan dari Dinas Pertanian Kota Denpasar sehingga penerapan teknologi nano ini dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan,” ungkap Firman.

Bayu Brahmasta menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari transformasi pertanian menuju sistem berkelanjutan.

“Harapannya, selain meningkatkan efisiensi pemupukan, penggunaan pupuk organik juga mampu memperbaiki struktur dan kesuburan tanah dalam jangka panjang,” ujarnya.

Para petani Subak Sembung menyambut positif sosialisasi ini. Mereka menilai teknologi pupuk organik nano memberi wawasan baru yang bisa langsung diterapkan di lahan sawah. Dengan pendampingan aktif PPL, petani diharapkan mampu mengadopsi teknologi ini secara bertahap.

Baca Juga  Banten Jadi Tuan Rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2026

Bayu Brahmasta menambahkan, sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani menjadi kunci dalam mendorong inovasi pertanian, meningkatkan produksi, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dengan langkah ini, Denpasar menegaskan komitmennya untuk membangun pertanian modern yang ramah lingkungan sekaligus berkelanjutan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here