
Wujud Rahina Tresna Asih, Kasih Sayang dalam Agama Hindu
DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar memusatkan perayaan Pitenget Tumpek Krulut di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung. Upacara yang merupakan wujud Rahina Tresna Asih atau kasih sayang dalam ajaran Hindu ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa dan Pj. Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya.
Turut hadir Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, Bendesa Madya MDA Kota Denpasar Jro Mangku Wisna (JMW), perwakilan Forkopimda, OPD Pemkot Denpasar, serta jajaran lainnya.
Sebagai hari suci yang juga merupakan piodalan Sang Hyang Aji Gurnita, rangkaian upacara diisi dengan pagelaran tetangguran atau gambelan. Penampilan seni diawali dengan Gender Wayang Sekehe Taman Suci Padangsambian, dilanjutkan Palegongan Desa Sidakarya, Angklung Wanita Kerthiyasa Suwung Batankendal, Rindik Sekar Rahayu Banjar Pondok Paguyangan, hingga Semarapegulingan Wanita Srikandi Metu Swara Banjar Pagan Kelod.
Berbagai kesenian tradisi turut tampil, seperti Gong Gede Wahana Gurnita, Selonding Kembang Gringsing, Gandrung Pura Majapahit Monang-Maning, Gong Kebyar Wanita Gita Maheswari Banjar Wangaya Kelod, Bebarongan Tirta Udiyana Sari Sanur, serta Rejang Dewa SMPN 1 Denpasar yang diiringi Sekehe Gong Gede. Seluruh rangkaian dipuncaki dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Ketut Peling Griya Puniawati Banjar Bengkel, Sumerta.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jaya Negara menegaskan bahwa Tumpek Krulut adalah wujud sradha bhakti umat kepada Sang Hyang Widi Wasa. Secara filosofis, perayaan ini memuliakan Dewa Keindahan (Sang Hyang Aji Gurnita) agar manusia senantiasa memperoleh kebahagiaan dalam hidup.
“Sebagaimana tersurat dalam Lontar Prakempa dan Aji Gurnita, Rahina Tumpek Krulut adalah hari baik untuk mengupacarai Sarwa Tetangguran atau Gamelan. Kita memuja Dewa Iswara sebagai Dewa Keindahan, memohon kebahagiaan Sekala-Niskala dalam konsep Satyam, Siwam, Sundaram,” jelasnya.
Ia menambahkan, perayaan ini patut disyukuri sebagai anugerah Hyang Widhi Wasa.
“Mari syukuri kebahagiaan dengan mengedepankan kebersamaan, saling asah asih asuh, salunglung sabayantaka. Dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam, kita jaga keharmonisan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali sebagai pondasi pembangunan Kota Denpasar,” ujarnya.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menegaskan bahwa pagelaran tetangguran dan persembahyangan bersama ini dilaksanakan rutin setiap tahun sebagai bagian dari perayaan Rahina Tumpek Krulut.
Editor: Ken

