Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, Gubernur Koster Optimis 32 Ribu Rumah Layak Huni di Bali Rampung dalam Lima Tahun

0
86
Foto: Gubernur Koster dalam sosialisasi percepatan penyaluran KPP, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Sarana Multigriya Finansial (SMF), serta Permodalan Nasional Madani (PNM) melawan rentenir di Auditorium Universitas Udayana, Jimbaran, Senin (24/11).

Menteri PKP Respons Positif, Program Presiden Prabowo Perkuat Penyediaan Rumah Rakyat

BADUNG, KEN-KEN – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa Bali membutuhkan alokasi anggaran untuk penyediaan 32 ribu rumah layak huni. Dengan dukungan pemerintah pusat melalui program Kredit Program Perumahan (KPP), ia menargetkan kepemilikan rumah layak huni bagi masyarakat Bali rampung dalam lima tahun.

Hal tersebut disampaikan Koster dalam sosialisasi percepatan penyaluran KPP, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Sarana Multigriya Finansial (SMF), serta Permodalan Nasional Madani (PNM) melawan rentenir di Auditorium Universitas Udayana, Jimbaran, Senin (24/11).

Menurut Koster, dari total kebutuhan 32 ribu rumah layak huni, sebanyak 22 ribu merupakan kewenangan kabupaten/kota. Ia berharap pemerintah pusat mengalokasikan anggaran lebih besar untuk Bali pada 2026. “Dengan sinergi pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, saya optimis dalam lima tahun tak ada lagi masyarakat Bali yang tinggal di rumah tak layak huni,” ujarnya.

Koster juga mengapresiasi program 3 juta rumah yang diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto, mencakup 1 juta rumah di perkotaan, 1 juta di pedesaan, dan 1 juta di kawasan pesisir. “Program ini sangat membantu masyarakat karena mencakup tiga kawasan,” katanya.

Baca Juga  Momentum Akhir Tahun, Suzuki Perkuat Akselerasi Pasar Lewat Pembaruan Produk di GAIKINDO Jakarta Auto Week 2025

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, merespons positif harapan Gubernur Koster. Ia berjanji memperbaiki rumah tak layak huni dan kawasan kumuh di Bali secara bertahap. “Di Bali masih ada rumah tak layak huni. Tahun depan kami alokasikan anggaran untuk merenovasi 100 unit di Denpasar,” ungkapnya.

Maruarar menambahkan, keseriusan Presiden Prabowo tercermin dari peningkatan anggaran renovasi rumah tak layak huni. “Tahun ini ada 45 ribu rumah, tahun depan meningkat delapan kali lipat menjadi 400 ribu rumah. Ini bukti program Presiden sangat pro rakyat,” ujarnya.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan, program ini bertujuan memastikan masyarakat memiliki rumah layak huni dengan skema pemerintah tanpa terjerat rentenir. “Mari kita sukseskan program ini dan pastikan KUR Perumahan sampai ke masyarakat secara tepat sasaran,” pungkasnya.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here