
Tabanan, ken-kenkhabare.com | Bali Lintas Media – Pengurus Koperasi Jasa Angkutan Siswa Transerasi menghadap kepada Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, terkait dengan layanan angkutan siswa di kota Tabanan, pada Rabu (12/4/2023).
Para pengurus Koperasi Jasa Angkutan Siswa Transerasi Tabanan di terima oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan A.A Gede Dalem Trisna Ngurah, didampingi oleh Kadis Perhubungan I Made Murdika dan Kadis Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Nyoman Putra.
Adapun maksud dan tujuan para pengurus menghadap Bupati Tabanan adalah menyampaikan nasib para anggotanya terhadap kelanjutan dari program Angkutan Gratis bagi siswa SMP, yang merupakan program Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan pada masa pemerintahan Bupati Eka Wiryastuti dan Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya, dan berharap program ini kembali dilanjutkan dalam kepemimpinan Bupati I Komong Gede Sanjaya, bahkan dapat semakin menyentuh lapisan masyarakat bawah.
Namun karena pandemi Covid-19 selama dua tahun membuat program layanan angkutan siswa gratis ini dihentikan oleh Dinas Perhubungan, dan berdampak pada penghasilan anggota.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua Koperasi Nyoman Masteri, karena sekolah sudah mulai berjalan seperti biasa, dengan dicabutnya PPKM dan ekonomi mulai pulih tentunya ingin mengadukan nasib anggotanya kepada Bupati Komang Sanjaya.
Setelah mendengar uraian dari ketua Koperasi, Asisten 2 AA.Gede Dalem Trisna Ngurah akan menyampaikan kepada Bapak Bupati. “Pertama-tama kami mengucapkan selamat datang pada pengurus koperasi, kami dari Asisten dua, atas perintah dari Bapak Bupati diminta untuk menerima bapak-bapak sekalian. Rencananya beliau sendiri mau menerima kedatangan dari perwakilan koperasi, namun karena ada tugas mendadak, beliau meminta kami untuk mewakili,” ujar AA Dalem.
“Dan kami juga mengundang OPD terkait yaitu Kadis Perhubungan dan Kadis Koperasi, sehingga pembicaraan menjadi terarah dan sesuai dengan keluhan dan permasalahan yang dihadapi oleh anggota koperasi, selanjutnya apa yang menjadi keluhan dan kendala paramudi akan kami laporkan kepada pimpinan,” ujar asisten 2 AA. Dalem.

Dalam pertemuan tersebut ketua koperasi dan pengurus yang hadir menyampaikan kendala dan nasib dari anggotanya yang baru saja mengganti mobilnya, karena adanya regulasi dari Dishub terhadap kendaraan yang berumur lebih dari 20 tahun agar dilakukan peremajaan.
“Ada 15 anggota kami sudah melakukan peremajaan pada tahun 2019 sebelum pandemi Covid 19, dan semua kredit lewat Bank yang baru berjalan tiga bulan, akhirnya Covid dan diberlakukan PPKM, sehingga kami tidak bisa mengangkut siswa dan otomatis tidak ada pemasukan untuk membayar cicilan. Bahkan anggota kami sampai kendaraannya mau ditarik oleh pihak Bank,” ujar pak Trisna sebagai Wakil Ketua Koperasi.
“Bersyukur akhirnya Kadis Plt mengijinkan kembali angkutan Transerasi kembali melayani siswa namun dengan sistem prabayar. Siswa membayar sendiri sewanya dan tidak lagi gratis. Ini memberikan dampak pada kami karena banyak anggota tidak dapat antrean, karena siswa banyak yang diantar jemput dan juga banyak sekali bawa sepeda motor dengan diparkir di rumah warga,” ujar Nyoman Masteri.
“Anggota kami yang ada 300 orang yang melayani angkutan siswa SMP dikota Tabanan ada 80 dan 220 angkutan siswa di pedesaan, yang semuanya bergantung pada penumpang, bergantung pada siswa yang menggunakan layanan kami,” ujar Masteri.
Pengurus Koperasi juga menyampaikan adanya keluhan dari orang tua siswa, menuntut agar program angkutan siswa berjalan seperti semula. Karena saat ini anak-anaknya harus diantar jemput bahkan banyak siswa yang membawa motor ke sekolah, karena kalo naik angkutan harus bayar tidak gratis seperti sebelumnya.
Sementara Kadis Perhubungan I Made Murdika mengatakan bahwa program angkutan siswa akan kembali berjalan, namun menunggu kajian dari Universitas Udayana terhadap skema anggarannya.
“Kami pemerintah tentu akan tetap berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan pimpinan sudah memerintahkan kami dari Dishub untuk mengkaji skema layanan angkutan siswa ini dengan menggandeng Universitas Udayana,” ujar Murdika Kadis Perhubungan yang menggantikan KadisPlt Agus Harthawiguna.
“Mudah-mudahan bulan April ini hasil kajiannya sudah keluar, sehingga dapat segera ditindaklanjuti agar layanan angkutan siswa yang diharapkan oleh masyarakat Tabanan dapat kembali berjalan dan juga dapat kembali meningkatkan pendapatan para anggota koperasi Transerasi” ujar Murdika.
Selanjutnya Kadis Koperasi Nyoman Putra menyampaikan terkait dengan aturan koperasi dari pemerintah pusat. “Sesuai dengan aturan terbaru dari pemerintah pusat semua koperasi yang ada di seluruh Indonesia akan didata kembali dan pengajuan ijin koperasi penerbitan Nomor Induk Koperasi dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Sehingga kami dengan jajaran saat ini melakukan pengecekan terhadap koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi, serta untuk memastikan apakah masih beroperasi atau tidak,” ujar Putra Kadis Koperasi
Pertemuan Pengurus Koperasi Jasa Angkutan Transerai dengan Asisten 2 dan Kadis Perhubungan serta Kadis Koperasi, diakhiri dengan kesimpulan atas semua penyampaian keluhan dan harapan dari pengurus, segera akan dilaporkan kepada Bupati Komang Gede Sanjaya.
[Aw]