HUT ke-38 WHDI Bali, Gubernur Koster Titipkan 3 Pesan Penguatan Pelestarian Budaya

0
113
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi atas konsistensi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali dalam menjaga kualitas perempuan Hindu dan memperkokoh keluarga.

DENPASAR, KEN-KEN – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi atas konsistensi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali dalam menjaga kualitas perempuan Hindu dan memperkokoh keluarga. Hal ini disampaikan dalam sambutan Peringatan HUT ke-38 WHDI di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Kamis 12 Februari 2026.

Dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, Gubernur Koster menegaskan bahwa peran WHDI selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Perempuan Hindu disebut sebagai benteng utama dalam menjaga taksu Bali.

“Momentum HUT ke-38 WHDI ini harus menjadi kebangkitan untuk bersinergi lebih erat dengan pemerintah, Majelis Desa Adat, dan PHDI dalam tiga hal: penguatan tatwa, kemandirian ekonomi, dan benteng budaya,” tegasnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Terima Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI: Infrastruktur Bali Harus Dibangun Komprehensif dan Selaras Budaya

Tiga pesan yang dititipkan Gubernur Koster: (1) Penguatan Tatwa: memastikan perempuan Hindu memahami makna filosofis upacara, tidak sekadar sibuk pada ritual. (2) Kemandirian Ekonomi: mendorong anggota WHDI berdaya melalui IKM/UMKM berbasis budaya sebagai branding Bali. (3) Benteng Budaya: menjadi filter utama menghadapi gempuran budaya asing dengan mendidik anak-anak menggunakan bahasa Bali, berbusana Bali, dan bangga menjadi orang Bali.

Ketua WHDI Bali, Tjok Istri Sri Rasmawati Yudhara, menegaskan komitmen organisasi dalam melaksanakan program pemberdayaan perempuan dan keluarga.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya di Pura Sor Waringin Ulun Desa Padangsumbu

“Kami akan terus mendorong layanan bermutu dan berkelanjutan untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-38 WHDI kali ini juga diselaraskan dengan Bulan Bahasa Bali, ditandai dengan berbagai lomba seperti mekidung, makekawin, medharma wacana, dan membuat gebogan. Acara diisi pula dengan peluncuran buku Dharmagita Panca Yadnya oleh Penasihat WHDI Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, bersama Ketua WHDI, yang ditandai dengan nyurat Ongkara pada layar LED.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here