
DENPASAR, KEN-KEN – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali di Ruang Tamu Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Selasa 10 Februari 2026. Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan forum investasi pariwisata yang sejalan dengan visi pembangunan Bali berbasis pelestarian alam, budaya, dan kearifan lokal.
Ketua DPW NCPI Bali periode 2025–2030, Agus Maha Usadha, memaparkan rencana pelaksanaan Bali Economy Investment Forum di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur pada 18 Februari mendatang. Forum ini akan mempertemukan pemangku kepentingan strategis dari kalangan pemerintah, akademisi, praktisi, perbankan, dan asosiasi pariwisata dengan target 150 peserta.
“Forum ini akan menghadirkan pembicara dari Bank Indonesia, akademisi, serta praktisi. Tujuannya mendorong investasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelas Agus.
Selain investasi, NCPI Bali juga menegaskan komitmen untuk mengembangkan Pariwisata Digital Budaya Bali melalui konsep Kerthi Bali Shanti, yang diharapkan mampu menekan praktik pariwisata ilegal sekaligus memperkuat integrasi sistem pariwisata.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menyatakan dukungannya. Ia menegaskan bahwa forum ekonomi dan investasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bali tanpa mengorbankan lingkungan dan budaya.
“Ini sejalan dengan pemikiran saya untuk membangun forum ekonomi. Kita perlu memperjelas arah ekonomi Bali ke depan. Pembangunan harus memberi manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar membangun di Bali,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Koster juga menyinggung kebijakan strategis terkait Peraturan Daerah (Perda) Alih Fungsi Lahan yang masih dalam proses. Ia menekankan komitmennya untuk bertindak tegas setelah aturan tersebut resmi diberlakukan.
“Jika sudah turun resmi, saya tentu akan keras dan melakukan bersih-bersih. Tidak ada kepentingan apa pun di sana,” ujarnya.
Audiensi ini menegaskan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Bali dan NCPI untuk memperkuat arah pembangunan Bali yang berkelanjutan, berdaulat secara ekonomi, serta berakar kuat pada nilai budaya dan kelestarian alam.
Editor: Ken


