FKUB Kota Denpasar Raih Harmony Award 2025 Tingkat Nasional

0
73
Foto: Ketua FKUB Kota Denpasar, Prof. Dr. I Nyoman Budiana, SH.,M.Si saat menerima penghargaan Harmony Award 2025 di Jakarta beberapa waktu lalu.

DENPASAR, KEN-KEN – Kota Denpasar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Denpasar berhasil meraih peringkat III dalam ajang Harmony Award 2025 sebagai Kinerja Terbaik Tingkat Kota se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI.

Kepala Kesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmaja, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata kolaborasi masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah dalam merajut kerukunan untuk mewujudkan masyarakat yang toleran, damai, dan harmonis.

Ketua FKUB Kota Denpasar, Prof. Dr. I Nyoman Budiana, SH., M.Si., yang hadir langsung pada penganugerahan di Jakarta, menegaskan bahwa Harmony Award merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah dalam mengimplementasikan nilai toleransi, kerjasama lintas agama, serta penguatan moderasi beragama.

Baca Juga  Denpasar Tanam Pohon Serentak, Tukad Bindu dan Setra Badung Jadi Fokus

Dalam pidatonya, Menteri Agama Nasaruddin menekankan bahwa toleransi bukan menyeragamkan perbedaan, melainkan merawat kemesraan dalam keberagaman. Hal ini sejalan dengan semangat ke-Indonesiaan yang meneguhkan harmoni sebagai kenyataan yang terus hadir.

Prof. Nyoman Budiana menyampaikan terima kasih kepada Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, serta seluruh jajaran pemerintah dan Kementerian Agama atas dukungan terhadap program kerja FKUB. Ia menambahkan bahwa kerukunan adalah hal yang dinamis, sehingga perlu terus digelorakan semangat Vasudhaiva Kutumbhakam dan nilai menyama braya sesuai visi Kota Denpasar, Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

Baca Juga  Gubernur Koster Buka Diseminasi Journey Integrated Report BPJS Ketenagakerjaan di Bali

Dengan penghargaan ini, FKUB Kota Denpasar diharapkan semakin memperkokoh kerukunan umat beragama dan menjadi model bagi daerah lain dalam merawat kebhinekaan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here