PM Narendra Modi: Ajaran Sri Sathya Sai Baba adalah Cahaya Kemanusiaan bagi Dunia

0
330
Foto: Perdana Menteri Sri Narendra Modi, memberikan sambutan dalam rangkaian perayaan 100 tahun Bhagawan Sri Sathya Sai Baba.

Laporan Khusus Perayaan 100 Tahun Kelahiran Bhagawan Sri Sathya Sai Baba di Prashanti Nilayam

PRASHANTINILAYAM, INDIA, KEN-KEN — Perayaan 100 Tahun Kelahiran Bhagawan Sri Sathya Sai Baba menjadi momentum bersejarah bagi jutaan pengikut dan pemerhati spiritualitas kemanusiaan di seluruh dunia. Dalam acara yang berlangsung di Sai Kulwant Hall, Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan pidato utama yang menegaskan kembali relevansi ajaran Sai Baba di tengah tantangan global.

Dalam sambutannya, Perdana Menteri Modi menekankan bahwa Bhagawan Sri Sathya Sai Baba bukan hanya seorang tokoh spiritual, melainkan simbol cinta kasih universal dan pelayanan tanpa pamrih. Menurut Modi, nilai-nilai yang diajarkan Sai Baba merupakan “cahaya kemanusiaan” yang tetap bersinar lintas generasi dan lintas bangsa.

Perdana Menteri Modi menyampaikan bahwa kehidupan Sai Baba merupakan contoh nyata bahwa spiritualitas dapat diwujudkan melalui tindakan konkret bagi sesama.

“Seluruh hidup beliau adalah pengabdian. Beliau meyakinkan kita bahwa ibadah tertinggi adalah pelayanan kepada kemanusiaan. Seva bukan sekadar perbuatan baik, namun merupakan jalan yang membawa manusia pada kedamaian,” ujar Modi.

Ia menyoroti sejumlah program kemanusiaan berskala besar yang digagas Sai Baba, termasuk rumah sakit gratis dengan pelayanan medis kelas dunia, universitas dan sekolah berbasis nilai-nilai luhur, serta proyek air bersih yang membantu jutaan penduduk di wilayah pedesaan India.

Modi menekankan bahwa ajaran Sai Baba tentang kemanusiaan tanpa sekat agama, budaya, dan status sosial menjadi relevan di tengah meningkatnya tantangan global seperti konflik, polarisasi, dan krisis moral.

Baca Juga  Wali Kota Jaya Negara Hadiri Pujawali Agung Pura Dalem Penataran Desa Adat Sumerta

“Ajaran beliau mengingatkan kita bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga besar. Prinsip Vasudhaiva Kutumbakam sejalan dengan pesan Sai Baba tentang kebenaran, kedamaian, disiplin, dan tanpa kekerasan,” ujar Modi.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri Modi memberikan apresiasi terhadap lembaga-lembaga yang didirikan Sai Baba, seperti Sri Sathya Sai Institute of Higher Medical Sciences, sekolah dan universitas gratis, serta jaringan pendidikan nilai Educare.

Modi menyebut bahwa layanan kesehatan gratis berkualitas tinggi dan pendidikan karakter tanpa biaya merupakan model kelembagaan yang patut dicontoh negara mana pun.

“Rumah sakit dan universitas beliau tidak hanya mencetak profesional, tetapi juga membentuk manusia yang bermoral,” jelas Modi.

Modi menyampaikan bahwa peringatan seabad kelahiran Sai Baba harus menjadi titik awal kebangkitan nilai moral bagi generasi muda. Ia mengajak umat manusia menjadikan momen ini sebagai refleksi untuk memperkuat komitmen pada cinta kasih, pelayanan, dan integritas.

Baca Juga  Perayaan Galungan dan Kuningan: Jejak Historis, Filosofi Dharma, dan Harmoni Sosial Umat Hindu Bali

“Dengan merayakan satu abad kelahiran Baba, kita merayakan nilai-nilai kemanusiaan yang beliau perjuangkan sepanjang hidupnya,” kata Modi.

Ia juga mengapresiasi kehadiran delegasi dari lebih dari 120 negara dan menilai bahwa penyebaran ajaran Sai Baba secara global membuktikan universalitas nilai yang beliau ajarkan.

Perdana Menteri Modi mengakhiri pidatonya dengan mengutip ajaran Sai Baba yang paling dikenal:
“Help Ever, Hurt Never” dan “Service to Man is Service to God.”

Modi menegaskan bahwa ajaran tersebut tetap relevan dan menjadi solusi moral bagi dunia yang membutuhkan empati dan persaudaraan.

“Bhagawan mengajarkan bahwa transformasi dunia dimulai dari transformasi diri. Semoga ajaran ini terus menjadi pedoman bagi seluruh umat manusia,” tutupnya.

*Dikutip dari Youtube “Sri Sathya Sai Official”

Editor: Arta Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here