
Kolaborasi Akademik Regional Dorong Sinergi Hukum dan Pariwisata di Kawasan ASEAN
DENPASAR, KEN-KEN — Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa (FPs Unwar) kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional dengan menyelenggarakan International Studium General bertajuk “Tourism Business Law in ASEAN”. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Program Magister Hukum, Magister Kenotariatan, Magister Linguistik, Magister Administrasi Publik, serta Program Doktor Ilmu Hukum, yang berlangsung secara hybrid dari kampus Warmadewa University, Denpasar.
Acara menghadirkan narasumber utama dari Faculty of Law, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, yakni Assoc. Prof. Rohani Md. Shah, yang menyampaikan materi seputar perkembangan hukum bisnis pariwisata di kawasan ASEAN, tantangan harmonisasi regulasi lintas negara, serta peluang kerja sama akademik antar universitas di Asia Tenggara.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ni Luh Made Mahendrawati, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi aktif narasumber dari Malaysia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Rohani Md. Shah dari Universiti Teknologi MARA atas kesediaannya menjadi pembicara dalam studium generale kami. Topik ‘Hukum Bisnis Pariwisata di ASEAN’ ini sangat relevan dengan arah kebijakan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan integrasi hukum kawasan,” ujar Prof. Mahendrawati.

Lebih lanjut, Prof. Mahendrawati menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda akademik tahunan, tetapi menjadi fondasi penting bagi penguatan jejaring internasional Fakultas Pascasarjana Unwar.
“Ke depannya, kami berencana menjalin kerja sama berkelanjutan dengan berbagai institusi pendidikan luar negeri. Acara ini kami harapkan menjadi awal dari pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, seminar, dan pelatihan internasional,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya berharap studium generale internasional ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, untuk memperluas wawasan mahasiswa, meningkatkan kompetensi akademik, serta mendorong pertukaran budaya dan pengetahuan antarnegara ASEAN.
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Pascasarjana Unwar ini berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab dan diskusi mendalam mengenai tantangan hukum lintas batas, kontrak internasional di sektor pariwisata, hingga isu perlindungan konsumen bagi wisatawan asing di era digitalisasi pariwisata.
“Kuliah umum internasional ini sangat bermanfaat dan sangat aplikatif, dan sesuai dengan perkembangan bisnis pariwisata di Bali,” ungkap mahasiswa dari magister hukum, Unwar.
Melalui forum akademik ini, Universitas Warmadewa menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan ilmu hukum yang adaptif dan berwawasan global, sekaligus mendukung visi Bali sebagai destinasi pendidikan internasional yang berbasis budaya dan pariwisata berkelanjutan.
Editor: Ken
