BNPB Catat Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Idulfitri 2026

0
64
Foto: Situasi banjir cuaca ekstrem di daerah di Indonesia menjelang Idul Fitri 2026.

JAKARTA, KEN-KEN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 20–21 Maret 2026. Beberapa peristiwa yang tercatat meliputi angin kencang hingga banjir yang berdampak pada ratusan warga.

Salah satu kejadian terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, akibat angin kencang yang melanda pada Kamis (19/3). Bencana ini berdampak pada empat desa di tiga kecamatan, yakni Purwoasri, Pandaan, dan Purwodadi.

Berdasarkan laporan BPBD setempat, sedikitnya enam rumah warga mengalami kerusakan ringan, sementara empat fasilitas umum terdampak akibat pohon tumbang. Tim BPBD telah diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat di lokasi.

Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (20/3) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Banjir berdampak pada empat desa di Kecamatan Bolo dan Palibelo.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Salat Id dan Rayakan Idul Fitri Bersama Korban Bencana di Aceh Tamiang

Sebanyak 1.009 jiwa dari 287 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa ini. Selain merendam 260 rumah warga, banjir juga menggenangi tiga fasilitas pendidikan serta merusak lahan pertanian dan akses jalan desa.

Tim BPBD bersama instansi terkait telah melakukan evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, serta pendataan di lokasi terdampak.

Di wilayah lain, banjir juga terjadi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Jumat sore. Sebanyak 31 rumah warga di Desa Sukowinangun, Kecamatan Magetan, terendam banjir akibat hujan lebat.

BPBD setempat telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Idulfitri

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam dua hari ke depan, khususnya pada 22–23 Maret 2026.

Sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua diprakirakan masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir.

Baca Juga:  Menteri PKP dan Gubernur Koster Tinjau Lahan Rusun Arunika di Sesetan, Prioritaskan Hunian bagi Seniman Bali

Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang.

BNPB mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi melalui aplikasi Info BMKG dan InaRISK guna mengantisipasi risiko bencana, terutama bagi warga yang berada di daerah rawan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat terjadi hujan deras disertai angin kencang, serta mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di luar rumah.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here