Wawali Arya Wibawa Hadiri Pengukuhan Prajuru Desa Adat Pedungan, Tekankan Sinergi Adat dan Pemerintah

0
63
Foto: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan menghadiri pelaksanaan pengukuhan dan prosesi upacara Majaya-jaya Bendesa Adat Pedungan Masa Bakti 2026-2031, Selasa (17/3)di Bale Agung Pura Desa Adat Pedungan, Denpasar Selatan.

DENPASAR, KEN-KEN – Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Pangukuhan dan Majaya-jaya Prajuru Desa Adat Pedungan Masa Bakti 2026–2031 yang digelar di Bale Agung Pura Desa Adat Pedungan, Denpasar Selatan, Selasa (17/3).

Upacara berlangsung khidmat dan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Watulumbang Sibang, serta dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua MDA Kota Denpasar I Ketut Wisna, anggota DPRD Denpasar, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Dalam kesempatan tersebut, dibacakan Surat Keputusan MDA Provinsi Bali tentang penetapan dan pengukuhan prajuru Desa Adat Pedungan, dengan menetapkan I Ketut Dantara sebagai Bendesa Adat Pedungan yang baru.

Wawali Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya upacara tersebut sebagai bagian dari kesinambungan tata kelola adat di Bali.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara desa adat dan pemerintah dalam menjaga budaya sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.

Baca Juga:  Pimpin Apel di Disdikpora Denpasar, Sekda Eddy Mulya Dorong Tata Kelola Pendidikan yang Akuntabel

“Peran Bendesa Adat sangat strategis dalam menjaga harmoni serta nilai-nilai budaya Bali. Sinergi antara desa adat dan pemerintah harus terus diperkuat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa juga menyerahkan piagam penghargaan kepada I Gusti Putu Budiarta atas pengabdiannya sebagai Bendesa Adat sebelumnya.

Sementara itu, Ketua MDA Kota Denpasar I Ketut Wisna berharap prajuru yang baru dapat melanjutkan program-program strategis, termasuk pengelolaan sampah, pemberdayaan perempuan, serta penguatan peran generasi muda (yowana).

Ketua panitia pemilihan, I Made Alit Wisnu Putra, menjelaskan bahwa proses pemilihan Bendesa Adat dilakukan melalui paruman desa yang melibatkan perwakilan lima banjar. Melalui mekanisme musyawarah dan voting, I Ketut Dantara terpilih sebagai Bendesa Adat Pedungan.

Dengan pengukuhan tersebut, diharapkan prajuru yang baru dapat menjalankan tugas dengan baik berlandaskan nilai Tri Hita Karana.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here