Wali Kota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Suci Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah

0
109
Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa

DENPASAR, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang akan merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 serta kepada umat Muslim yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi diawali dengan Upacara Melasti, dilanjutkan Tawur Agung Kesanga, pelaksanaan Catur Brata Penyepian, serta diakhiri dengan Ngembak Geni yang sarat makna spiritual. Pada tahun 2026 ini, Hari Suci Nyepi jatuh pada 19 Maret, sementara umat Muslim diperkirakan merayakan Idul Fitri pada 21–22 Maret.

Upacara Melasti dilaksanakan sebagai bentuk penyucian bhuana alit dan bhuana agung. Setelah itu dilanjutkan dengan Tawur Agung Kesanga yang digelar pada Tilem Sasih Kesanga di Catus Pata desa maupun kabupaten/kota sebagai simbol penetralisir energi negatif serta prosesi nyomya bhuta kala.

Pada malam Pangerupukan, masyarakat Bali identik dengan tradisi Ogoh-ogoh sebagai simbolisasi Bhuta Kala. Kreativitas generasi muda dalam pembuatan ogoh-ogoh juga difasilitasi melalui berbagai kegiatan seperti lomba ogoh-ogoh dan Kesanga Festival.

Sehari setelahnya dilaksanakan Hari Suci Nyepi (Sipeng) dengan menjalankan Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan. Keempat pantangan tersebut dimaknai sebagai momentum penyucian diri melalui mulat sarira serta peningkatan sradha dan bhakti. Rangkaian Nyepi kemudian ditutup dengan Ngembak Geni, yang dimaknai sebagai upaya mempererat hubungan sosial melalui tradisi Dharma Shanti.

Baca Juga:  Megawati Hadiri Peresmian Taman Bendera Pusaka di Jakarta, Ruang Publik Hijau Terbuka 24 Jam

Wali Kota Denpasar, Jaya Negara, mengajak seluruh masyarakat Kota Denpasar untuk memaknai rangkaian Hari Suci Nyepi sebagai momentum meningkatkan sradha bhakti dalam menjalankan Dharma Agama dan Dharma Negara.

Ia juga mengimbau seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai sarana introspeksi diri atau mulat sarira, sekaligus memperkuat sikap saling menghormati dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Terlebih, pada tahun ini Hari Suci Nyepi beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri yang menjadi momentum penting untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai Nyepi dan Idul Fitri sebagai momentum pengendalian diri dan mulat sarira, sekaligus sebagai upaya penyucian alam semesta dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam menuju Denpasar Maju,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga:  Gubernur Koster Hadiri Peluncuran Website Cakrawasi, Pengawasan WNA di Bali Kini Terintegrasi dan Real Time

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, Arya Wibawa, turut mengingatkan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan dalam kehidupan sosial.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat menyama braya, saling membantu, serta memperkuat nilai asah, asih, dan asuh dalam kehidupan bermasyarakat.

“Selamat melaksanakan rangkaian Hari Suci Nyepi Caka Warsa 1948 kepada umat Hindu yang merayakan, serta Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada umat Muslim di mana pun berada. Semoga perayaan hari suci yang beriringan tahun ini menjadi momentum introspeksi diri serta memperkuat sradha bhakti dalam mewujudkan Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya menuju Denpasar Maju,” ujar Jaya Negara didampingi Arya Wibawa.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here