KONI Badung Gelar Rakerda, Fokus Peningkatan SDM Pelatih

0
77
Foto: Rakerda KONI Badung, (14/3).

MANGUPURA, KEN-KEN – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia masa bakti 2025–2029 menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) perdana setelah dilantik. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Madya Gosana DPRD Badung, Jumat (13/3).

Rakerda ini dihadiri oleh ketua dan sekretaris dari 55 cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan KONI Badung, serta jajaran pengurus KONI Badung.

Ketua Panitia Rakerda Badung, Ketut Widia Astika mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan sekaligus menyusun program kerja tahun 2026.

“Rakerda ini merupakan amanat dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI. Organisasi wajib melaksanakan rapat kerja untuk menyusun program serta mengevaluasi program kerja yang sudah berjalan maupun yang belum dapat dilaksanakan,” ungkap Astika.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Peringati Rahina Tumpek Wayang

Astika yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Badung menambahkan bahwa terdapat empat isu strategis yang dibahas dalam rapat kerja tersebut, yakni peningkatan kualitas atlet dan pelatih, pengembangan sport science atau ilmu keolahragaan, serta penguatan tata kelola organisasi yang profesional baik di tingkat KONI maupun cabang olahraga.

Sementara itu, Ketua KONI Badung, Made Sutama menegaskan pentingnya penguatan organisasi untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Badung. Menurutnya, penguatan administrasi menjadi landasan utama agar keabsahan kepengurusan dan status atlet tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Dari hasil evaluasi, ada 20 cabang olahraga yang berhasil menjadi juara umum, 21 cabang olahraga meraih medali emas namun tidak menjadi juara umum, sementara sisanya belum berhasil meraih medali emas. Untuk itu perlu berbagai strategi agar Badung tetap mampu mempertahankan prestasi sebagai juara umum Porprov Bali 2027 di Kabupaten Buleleng,” ujarnya.

Sutama juga mengungkapkan bahwa salah satu kelemahan yang masih dihadapi Badung adalah pada sektor kepelatihan, di mana sebagian besar pelatih masih berasal dari tingkat lokal.

Karena itu, pihaknya berencana mendatangkan pelatih berlevel nasional guna meningkatkan kualitas pembinaan atlet di Badung.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Penglukatan Wayang Sapuh Leger Astapungku di Pura Kahyangan Badung

Selain pelaksanaan Rakerda, pada kesempatan tersebut Ketua KONI Badung juga menyerahkan secara simbolis dana pembinaan kepada tiga cabang olahraga, yakni cricket, wushu, dan bola voli.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini baru 16 cabang olahraga yang telah memenuhi syarat administrasi untuk menerima dana pembinaan.

“Ada beberapa cabang olahraga yang belum memproses dana pembinaannya karena administrasinya masih bermasalah. Jika tidak tertib administrasi, maka dana pembinaan tidak akan dicairkan. Besaran dana pembinaan juga ditentukan berdasarkan kriteria seperti status juara umum serta jumlah medali emas yang diperoleh pada Porprov Bali,” tegasnya.(wins).

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here