
DENPASAR, KEN-KEN – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi yang digelar di kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Kamis (12/3) sore. Parade diawali dengan penampilan ogoh-ogoh dari Banjar Panti Sanur yang menandai dimulainya parade 20 ogoh-ogoh terbaik dari wilayah Sanur.
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat lokal maupun wisatawan yang memadati kawasan Pantai Mertasari untuk menyaksikan parade budaya tersebut.
Arya Wibawa menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan Festival dan Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi yang dinilai mampu menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda sekaligus memperkuat daya tarik wisata Sanur.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan siap mendukung kelancaran kegiatan, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun penataan lingkungan. Kegiatan seperti ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Sanur,” ujarnya.
Ia menambahkan, festival ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkreativitas dalam seni budaya sekaligus mempererat kebersamaan antar pemuda di kawasan Sanur.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Ogoh-Ogoh Sanur Metangi, Ida Bagus Prajiskana Jisnu, menjelaskan bahwa parade puncak menampilkan 20 ogoh-ogoh terbaik hasil seleksi dari 27 banjar yang berpartisipasi di wilayah Sanur.
Dari 20 finalis tersebut terdiri dari 6 banjar dari Desa Sanur Kaja, 6 banjar dari Kelurahan Sanur, dan 8 banjar dari Sanur Kauh. Setiap banjar menampilkan ogoh-ogoh lengkap dengan fragmen seni dan iringan baleganjur selama 8–10 menit di hadapan dewan juri.
Penilaian dilakukan dalam dua kategori utama, yakni ogoh-ogoh serta penampilan fragmen dan baleganjur. Pengumuman pemenang direncanakan dilakukan menjelang tengah malam setelah seluruh penampilan selesai.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menunjukkan bahwa kompetisi dapat menjadi ajang kreativitas dan kebersamaan. Menang atau kalah bukan yang utama, tetapi bagaimana kita bersama membangun Sanur melalui budaya,” ujarnya.
Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai sekitar Rp50 juta yang dibagi dalam beberapa kategori juara.
Ketua Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gde Sidharta Putra menambahkan bahwa pihaknya selalu mendukung kegiatan yang melibatkan generasi muda, khususnya dalam pelestarian seni dan budaya Bali.
Menurutnya, parade ogoh-ogoh tidak hanya menampilkan seni patung, tetapi juga perpaduan berbagai unsur seni seperti musik baleganjur, tari, fragmen budaya, hingga desain kostum.
“Parade ini sarat makna karena mendorong kreativitas generasi muda sekaligus memperkenalkan seni budaya Bali kepada masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.
Festival Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan kreativitas pemuda sekaligus memperkuat citra Sanur sebagai kawasan pariwisata yang tetap berakar kuat pada tradisi budaya Bali.
Editor: Ken


