Pimpin Apel Bersama Kapolda, Gubernur Koster Pastikan Bali Aman Saat Nyepi dan Idul Fitri

0
59
Foto: Gubernur Wayan Koster pimpim Apel bersama Kapolda, (12/3).

DENPASAR, KEN-KEN – Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan kondusivitas Bali selama rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang tahun ini waktunya berdekatan.

Hal tersebut disampaikan Koster usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026” bersama Daniel Adityajaya di Lapangan Iptu Soetardjo Mako Brimob Tohpati, Denpasar, Kamis (12/3).

Menurut Koster, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk jika malam takbiran Idul Fitri bertepatan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret mendatang.

“Kalau ada umat Muslim yang merayakan Idul Fitri tanggal 20 Maret, maka malam takbirannya bisa terjadi pada 19 Maret yang bertepatan dengan Nyepi,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Bali telah berkoordinasi dengan seluruh majelis agama untuk merumuskan seruan bersama terkait pelaksanaan ibadah agar tetap menjaga ketertiban dan toleransi antarumat beragama.

Baca Juga:  Rakor Antikorupsi, Gubernur Koster Tegaskan Miliki Cara Pantau Kinerja Jajaran

Dalam seruan tersebut, jika takbiran dilaksanakan pada malam Nyepi, masyarakat diimbau untuk melaksanakannya secara sederhana di rumah masing-masing. Apabila harus menuju masjid atau musala, diharapkan dilakukan dengan berjalan kaki tanpa penggunaan pengeras suara, lampu berlebihan, maupun pawai.

“Kita mengedepankan sikap saling menghormati dan toleransi agar kerukunan antar umat beragama tetap terjaga,” tegas Koster.

Ia juga menyampaikan bahwa situasi seperti ini bukan pertama kali terjadi di Bali dan selama ini selalu dapat dilalui dengan baik tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat.

Koster turut mengapresiasi kesiapan jajaran Kepolisian Daerah Bali dalam menjaga keamanan selama rangkaian perayaan Nyepi dan Idul Fitri.

Sementara itu, Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya menjelaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Operasi tersebut melibatkan 2.169 personel yang didukung unsur TNI, pemerintah daerah, serta berbagai stakeholder terkait. Dalam pelaksanaannya, Polda Bali membentuk tujuh satuan tugas serta 31 pos pengamanan yang terdiri dari 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, dan lima pos terpadu.

Baca Juga:  Gubernur Koster Ajak Umat Jaga Toleransi, Harmoni Nyepi dan Idul Fitri di Bali

Selain pengamanan arus mudik, aparat juga akan mengamankan 256 masjid, 539 musala, serta 308 titik kegiatan malam takbiran di Bali.

Personel keamanan juga disiagakan di sejumlah lokasi strategis seperti bandara, pelabuhan, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga objek wisata.

“Operasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran arus mudik serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang, saat, hingga pasca perayaan Nyepi dan Idul Fitri 2026,” ujar Kapolda Bali.

Dengan koordinasi lintas lembaga tersebut, pemerintah berharap masyarakat Bali dapat menjalankan ibadah Nyepi maupun Idul Fitri dengan aman, tertib, dan penuh toleransi.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here