
DENPASAR, KEN-KEN – Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak seluruh umat beragama di Bali untuk menjaga toleransi, kerukunan, dan kondusivitas menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Caka 1948 yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Ajakan tersebut disampaikan Koster saat memimpin rapat koordinasi bersama majelis agama se-Bali yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha Denpasar, Rabu (11/3). Rapat yang difasilitasi Forum Kerukunan Umat Beragama melalui Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali ini bertujuan memastikan kedua hari besar keagamaan tersebut dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh penghormatan.
Koster menjelaskan bahwa seluruh perwakilan majelis agama sepakat menjaga harmoni dan saling menghormati antarumat beragama selama rangkaian perayaan berlangsung.
“Bagaimana agar pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri berjalan dengan khidmat, nyaman, aman, dan kondusif. Semua majelis dan umat bersepakat seperti itu,” ujar Koster.
Ia menegaskan bahwa Bali selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama sehingga semangat tersebut harus terus dijaga.
“Kesepakatannya supaya semuanya berjalan dengan baik, saling menghormati satu sama lain serta menjaga toleransi, kerukunan, dan keharmonisan antarumat,” tegasnya.
Terkait kepastian tanggal Hari Raya Idul Fitri, Koster mengatakan pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat melalui sidang isbat.
“Keputusan resminya nanti melalui sidang isbat. Jadi kita tunggu saja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Bali Abdul Aziz menyampaikan bahwa pertemuan dua hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri bukanlah hal baru bagi masyarakat Bali.
Menurutnya, masyarakat Bali telah terbiasa hidup dalam suasana saling menghormati sehingga tidak perlu memperdebatkan isu yang berkembang di media sosial.
Ia juga mengajak umat Islam untuk bersikap bijak dengan menyesuaikan pelaksanaan ibadah sesuai kondisi di Bali, termasuk melaksanakan kegiatan seperti tarawih maupun takbiran secara sederhana dan tetap menghormati pelaksanaan Nyepi.
Abdul Aziz menilai kedewasaan masyarakat Bali dalam menjaga toleransi menjadi kekuatan utama dalam menjaga kedamaian daerah.
Dengan koordinasi lintas agama tersebut, Pemerintah Provinsi Bali berharap pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung aman, damai, dan tetap menjaga keharmonisan antarumat beragama di Bali.
Editor: Ken


