Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Pemkot Denpasar dan TPID Gelar High Level Meeting Pengendalian Inflasi

0
136
Foto: Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar melaksanakan High Level Meeting (HLM) di Ruang Rapat Praja Madya Kantor Walikota Denpasar pada Selasa (10/3) siang.

DENPASAR, KEN-KEN – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada Maret 2026, yakni Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar menggelar High Level Meeting (HLM) di Ruang Rapat Praja Madya Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (10/3) siang.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah koordinasi strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat hari besar keagamaan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Denpasar Made Juli Ariana, Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil Bali Eko Yudi Miranto, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar dan unsur terkait lainnya yang tergabung dalam TPID Kota Denpasar.

Baca Juga:  Sekda Eddy Mulya Pimpin Apel Disiplin, Sematkan Pin ZI WBBM di Bapenda Denpasar

Dalam arahannya, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan HLM TPID ini bertujuan untuk mensinergikan program lintas sektor sekaligus memperkuat koordinasi dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Denpasar, khususnya menjelang HBKN di bulan Maret 2026.

“Kami juga menyambut baik arahan dari pihak BI, BPS, dan Bulog sehingga dapat disinergikan sesegera mungkin dalam pelaksanaan program pengendalian inflasi di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Sekda Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menekankan pentingnya forum HLM sebagai ruang diskusi terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pengendalian inflasi.

“Terutama yang menjadi perhatian adalah jenis komoditas penyebab inflasi di Kota Denpasar serta kelancaran pasokan dan distribusi. Selain itu, kita juga harus menyikapi tantangan dari pergerakan ekonomi global yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi rantai distribusi,” jelasnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan menilai pelaksanaan HLM TPID Kota Denpasar mencerminkan perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar terhadap pengendalian inflasi di daerah.

Baca Juga:  Seminar Nasional UNUD Bahas Digitalisasi Layanan Pertanahan: Ancaman atau Masa Depan Profesi Notaris/PPAT

Ia juga mengapresiasi koordinasi yang telah dilakukan TPID bersama OPD Pemkot Denpasar dalam menjalankan berbagai program pengendalian inflasi menjelang HBKN.

“Kami melihat Kota Denpasar memiliki peran strategis dalam pengendalian inflasi di Provinsi Bali. Pengendalian inflasi juga berkaitan erat dengan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah. HLM TPID ini diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas instansi antara OPD, Perumda, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi dalam pemaparannya menjelaskan bahwa berbagai langkah telah dan akan dilakukan oleh Pemkot Denpasar bersama TPID untuk menjaga stabilitas harga menjelang HBKN.

Beberapa upaya tersebut antara lain melalui pemantauan harga dan stok bahan pokok secara rutin untuk memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat, pelaksanaan rapat teknis TPID, menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting, pencanangan gerakan menanam, serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor guna mengantisipasi terjadinya penahanan barang.

Baca Juga:  Pawai Ogoh-ogoh Perdana di Jakarta, Wagub Rano Karno Tekankan Toleransi dan Keharmonisan Umat

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan daerah penghasil komoditas untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pokok ke Kota Denpasar.

Agus Jayadi juga memaparkan sejumlah program yang akan dilaksanakan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi menjelang HBKN 2026. Di antaranya pelaksanaan operasi pasar oleh Perumda Pasar Sewakadarma di Pasar Badung dan Pasar Kereneng sebanyak 10 kali selama bulan Maret serta dua kali di Plaza Pasar Badung. Disperindag Kota Denpasar juga akan menggelar pasar murah sebanyak empat kali.

Selain itu, pemantauan harga kebutuhan pokok melalui SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok) dilakukan setiap hari di Pasar Badung, Pasar Nyanggelan, dan Pasar Kereneng oleh Disperindag. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKP) Denpasar juga akan menggelar bazar pangan serta melakukan pemantauan pasar tradisional menjelang HBKN.

“Untuk menjaga kelancaran distribusi, juga dilakukan kerja sama antara Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar dengan Perumda Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan. Selain itu, terdapat program gerakan menanam oleh Dinas Pertanian serta koordinasi melalui Rakornas Kemendagri dan HLM TPID ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Hadiri Rakor Lintas Sektor Ketupat Agung Siapkan Pengamanan Nyepi dan Idul Fitri di Denpasar

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Pemkot Denpasar berharap stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here