Percikan Tirta, Wali Kota Jaya Negara Resmi Tutup Kasanga Festival 2026 Apresiasi Kreativitas Yowana Denpasar, Tegaskan Spirit Vasudhaiva Kutumbakam

0
63
Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menutup Kasanga Festival 2026 yang ditandai dengan pemercikan tirta, disaksikan Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede, Forkopimda Kota Denpasar, Minggu (8/3) malam di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.

DENPASAR, KEN-KEN – Kasanga Festival 2026 yang berlangsung selama tiga hari resmi ditutup oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, (8/3) Penutupan ditandai dengan prosesi pemercikan tirta sebagai simbol penyucian dan penutup rangkaian festival menyambut Hari Suci Nyepi.

Turut hadir Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede; Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan; Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang; jajaran Forkopimda; serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba ogoh-ogoh besar. Juara I diraih ST Taruna Dharma Castra Banjar Tengah Sidakarya, Juara II ST Sukarela Banjar Kepisah Pedungan, dan Juara III ST Swadharmita Banjar Ceramcam Kesiman. Sementara Harapan I–III masing-masing diraih ST Satya Dharma Banjar Pekandelan Sanur, ST Swastika Banjar Pekambingan Dauh Puri, dan ST Mekar Sari Banjar Kesambi Kesiman Kertalangu. Juara Favorit Ogoh-Ogoh Besar Kasanga Festival 2026 jatuh kepada ST Cantika Banjar Sedana Mertha Ubung.

Baca Juga:  Wagub Giri Prasta Ikut Aksi Tanam 1.000 Mangrove, SMSI Bali Dorong Wartawan Peduli Lingkungan

Selain itu, penghargaan juga diberikan untuk kategori lomba sketsa, ogoh-ogoh mini mesin, ogoh-ogoh mini non mesin, lomba tapel, barong, dan baleganjur.

Dalam sambutannya, Jaya Negara mengapresiasi dedikasi dan kreativitas generasi muda Denpasar. “Kasanga Festival bukan sekadar kompetisi seni, melainkan ruang ekspresi dan komunikasi antar generasi, sekaligus memperkuat keberlanjutan agama, adat, dan budaya Bali. Antusiasme masyarakat menunjukkan betapa pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas budaya Kota Denpasar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kasanga Festival adalah wahana kreativitas tanpa batas bagi yowana Denpasar dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam (persaudaraan universal). “Festival ini memberi ruang bagi kreator ogoh-ogoh untuk berkompetisi secara produktif dan berkontribusi pada pembangunan Kota Denpasar,” tambahnya.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa: Pengelolaan Sampah Banjar Tegal Permai Dalung Patut Dicontoh Dorong Lomba dan Reward untuk Banjar Berprestasi

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, Anak Agung Made Angga Harta Yana, menjelaskan bahwa festival tahun ini menghadirkan 16 ogoh-ogoh terbaik dari 223 peserta STT, serta partisipasi TK/PAUD, ogoh-ogoh mini, lomba sketsa, tapel, barong, baleganjur, dan UMKM. Tahun ini juga diterapkan sistem waste management berbasis sumber bekerja sama dengan komunitas, serta format penilaian melalui pawai atau peed.

“Kasanga Festival menjadi ruang kolaborasi seni budaya Bali yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi dan kesadaran lingkungan,” jelas Gung Angga.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here