Rapimnas SMSI Bahas Masa Depan Media Siber, Dorong Peran Startup Pers sebagai Pilar Demokrasi

0
99
Foto: Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus.

JAKARTA, KEN-KEN — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) untuk menyamakan persepsi seluruh pengurus di Indonesia sekaligus merumuskan sikap organisasi terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi industri media.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, menegaskan bahwa Rapimnas ini merupakan panggilan bagi SMSI untuk memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan negara. “SMSI lahir sebagai rumah bersama bagi media startup dan media lokal yang banyak didirikan oleh wartawan profesional. Idealisme jurnalis harus tetap tersalurkan melalui perusahaan pers yang mandiri,” ujarnya saat rapimnas, (6/3/2026).

Baca Juga:  SMSI Usulkan Verifikasi Media Diserahkan ke Organisasi Pers, Ketua Dewan Pers: Kami Bawa ke Pleno Dewan Pers

Firdaus mengakui perjalanan SMSI selama sembilan tahun tidak mudah. Saat ini SMSI memiliki 3.181 perusahaan pers anggota, sebagian besar merupakan media startup dengan sumber daya terbatas. Kondisi ini membuat media kecil sulit bersaing di tengah perkembangan industri digital yang sangat cepat.

Ia juga menyoroti perjanjian perdagangan digital Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang perlu disikapi bersama. Rapimnas menjadi forum untuk menentukan langkah terbaik bagi perusahaan pers startup agar tetap bertahan dan berkembang.

Firdaus menilai kebijakan verifikasi perusahaan pers oleh Dewan Pers memberatkan media kecil. “Banyak anggota kami merasa seperti ‘dibom’ dengan kebijakan verifikasi itu karena bisa mematikan keberlangsungan hidup media kecil,” katanya.

Baca Juga:  Sekda Eddy Mulya Buka Musrenbang RKPD Kota Denpasar 2027 Fokus pada Peningkatan SDM dan Transformasi Tata Kelola Perkotaan

Selain itu, SMSI juga menyoroti persoalan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Menurut Firdaus, meski banyak wartawan anggota SMSI memiliki jenjang kompetensi utama, organisasi belum diberi kewenangan sebagai lembaga uji.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Yuddy Chrisnandi, mengapresiasi perkembangan SMSI yang kini memiliki ribuan anggota. “SMSI harus menjadi pilar demokrasi baru yang berkeadilan, menjadi jembatan informasi akurat dan terpercaya antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  HPN 2026: SMSI Bali Gaungkan Aksi Lingkungan, 1.000 Mangrove Ditanam di Tahura Ngurah Rai

Rapimnas SMSI 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada Dewan Pers maupun pemerintah sebagai kontribusi organisasi dalam memperkuat ekosistem pers nasional.

Rapimnas SMSI menjadi bukti komitmen organisasi dalam memperjuangkan keberlangsungan media siber lokal dan startup. Dengan idealisme jurnalis sebagai fondasi, SMSI siap memperkuat demokrasi digital Indonesia, menghadapi tantangan global, dan memastikan media kecil tetap berdaya dalam ekosistem pers nasional.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here