Ibu Putri Koster Buka Pameran Seni Rupa “Tutur Ayu” Tegaskan Pariwisata Bali Harus Tetap Berakar pada Budaya

0
108
Foto: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, saat membuka Pameran Seni Rupa oleh Komunitas Soko Guru dengan tema Tutur Ayu yang bertempat di Griya Santrian Art Gallery, Sanur, pada Jumat (6/3) malam.

DENPASAR, KEN-KEN – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, membuka Pameran Seni Rupa bertema Tutur Ayu yang digelar Komunitas Soko Guru di Griya Santrian Art Gallery, Sanur. Dalam sambutannya, Putri Koster menegaskan bahwa pariwisata Bali harus tetap berakar pada budaya sebagai fondasi utama yang memberikan keunikan, nilai jual, dan jati diri Bali, (7/3/2026).

“Tutur Ayu dalam kehidupan orang Bali merupakan wejangan atau petuah yang menjadi landasan hidup. Melalui pameran ini, generasi penerus dapat mempelajari dinamika kehidupan dan budaya masyarakat yang mulai bergeser lewat karya seni para perupa,” ujarnya.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Beri Arahan di Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Pemkot Denpasar Komitmen Libatkan Satuan Pendidikan dalam Gerakan Lingkungan

Putri Koster menekankan pentingnya idealisme seniman Bali agar nilai-nilai budaya tetap ajeg dan lestari. “Ruang-ruang perupa itu masih ada. Idealisme dan tutur-tutur itu bisa diguratkan lewat karya seni. Saya berharap seniman Bali tetap memiliki idealisme yang tinggi,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah gempuran perkembangan zaman, Bali harus tetap berakar pada budaya, namun tetap mengikuti perkembangan teknologi agar sejajar dengan daerah lain.

Sementara itu, pemerhati seni I Made Susanta Dwitanaya menyampaikan bahwa pameran ini lahir dari perjalanan panjang pengabdian para seniman yang tidak hanya berkarya, tetapi juga menanamkan nilai pengetahuan kepada generasi muda. “Ada jejak yang terus hidup melalui karya, melalui nilai, dan melalui ketulusan berbagi pengetahuan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sanksi Tegas Mengancam, Gubernur Koster Minta Perbekel ‘Jengah’ Kelola Sampah Berbasis Sumber

Pameran Tutur Ayu menampilkan 18 karya lukisan dari tiga perupa Bali yang juga dikenal sebagai guru seni, yakni Ketut Marra, I Wayan Santrayana, dan I Gede Budiartha. Karya-karya tersebut tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat sebagai pewaris kebudayaan Bali yang terus berkembang mengikuti zaman.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here