21 Mahasiswa Universidade Dapaz Timor Leste Ikuti Student Exchange di Magister Hukum Universitas Warmadewa

0
86
Foto: Student Exchange pelaksanaan orientasi pengenalan kampus, (2/3).

DENPASAR, KEN-KEN – Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ni Made Mahendrawati, S.H., M.Hum., didampingi para wakil dekan dan pengelola Prodi Magister Hukum, memberikan materi orientasi pengenalan kampus serta pemaparan kurikulum yang berlaku, Senin, (2/3/20260, di ruang Wijaya Laksmi, Gedung Pascasarjana, Unwar.

Program Student Exchange bagi mahasiswa semester II Fakultas Hukum Universidade Dapaz, Dili, Timor Leste resmi berlangsung di Program Studi Magister Hukum Fakultas Pascasarjana Universitas Warmadewa diikuti oleh 21 mahasiswa yang sedang menempuh studi magister hukum. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua pekan, mulai 2 hingga 14 Maret 2026.

Dekan Fakultas Pascasarjana, Prof Mahendrawati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan Student Exchange yang akan dilaksanakan selama dua pekan dari tanggal 2 s.d. 14 Maret 2026. Unwar dan Dapaz memiliki hubungan yang sangat familiar, dimana para dosen dikedua lembaga sering bekerja sama dalam kegiatan pengabdian dan studi lapangan.

Baca Juga:  Gubernur Koster Pimpin Gerakan Bali Bersih Sampah

“Hubungan antara kedua lembaga sangat familiar sudah seperti keluarg,” ungkap Prof. Mahendra.

Selama program berlangsung, proses perkuliahan dijadwalkan secara intensif setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.30 WITA. Materi diberikan oleh para dosen berkualifikasi guru besar dan doktor yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. Sebagai pemandu pelaksanaan orientasi pengenalan kampus oleh Kordinator Pengembangan Kurikulum (PKM), Dr. I Wayan Rideng, S.H., M.H.

Kurikulum yang diberikan disesuaikan dengan visi keilmuan Prodi Magister Hukum, yakni pengembangan ilmu hukum di bidang investasi dan agraria yang berlandaskan ekowisata. Pendekatan ini relevan dengan karakter Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang memiliki dinamika hukum ekonomi dan bisnis yang berkembang pesat.

Tidak hanya menerima materi akademik di kelas, para mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan praktik lapangan sebagai implementasi keilmuan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Saksikan Pagelaran Singgasana Seni Bung Karno, Gubernur Koster Harap Sinergitas Budaya dan Peningkatan Ekonomi Kerakyatan

Beberapa lokasi yang menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual antara lain; Desa Penglipuran, Bangli sebagai contoh desa adat yang berhasil mengintegrasikan hukum adat dan pariwisata berkelanjutan; Sentra pertenunan tradisional di Klungkung untuk memahami aspek perlindungan hukum terhadap ekonomi kreatif berbasis budaya; Kawasan destinasi wisata Sanur sebagai studi pengembangan investasi dan tata kelola pariwisata.

“Melalui pendekatan ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai keterkaitan antara hukum investasi, hukum agraria, hukum pariwisata, serta struktur masyarakat adat Bali yang menjadi fondasi pembangunan daerah,” ujarnya.

Kegiatan Student Exchange ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat (PKM)

Baca Juga:  Membangun Kesejahteraan Sosial Tanpa Otoritarianisme Terselubung

Kolaborasi akademik ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama internasional antara kedua institusi sebagai perguruan tinggi swasta besar di wilayah masing-masing. Ke depan, program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan berkembang ke arah kerja sama riset bersama, publikasi ilmiah, hingga pertukaran dosen dan mahasiswa secara reguler.

Program ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Warmadewa dalam memperluas jejaring internasional dan memperkuat reputasi akademik di tingkat regional Asia Tenggara.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here