SMSI Denpasar Angkat Isu Kemacetan Kota dalam Diskusi Publik Jelang HUT Ke-238 Denpasar

0
116
Foto: Ketua SMSI Bali Emanuel D. Odja, Ketua SMSI Denpasar, Igo Kleden, Ketua Komisi III DPRD Denpasar, Wayan Suadi Putra, Kadis Perhubungan Kota Denpasar, Ketut Sriawan, dan narasumber dalam Diskusi Publik peringati HUT Kota Denpasar, (26/2).

DENPASAR – KEN-KEN– Kemacetan lalu lintas menjadi salah satu persoalan krusial yang paling dirasakan masyarakat Kota Denpasar dalam aktivitas sehari-hari. Peningkatan mobilitas warga seiring pertumbuhan sektor ekonomi, pendidikan, serta pariwisata belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, tata kelola transportasi yang terintegrasi, serta kesadaran kolektif dalam berlalu lintas.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan perjalanan masyarakat, tetapi juga berimplikasi pada produktivitas, efisiensi waktu, kualitas lingkungan, hingga kualitas hidup warga perkotaan secara keseluruhan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Denpasar menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Kemacetan Kota Denpasar: Tantangan Urban dan Solusi Kolaboratif”, yang digelar pada Kamis (26/2/2026) di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker. Namun dalam kesempatan tersebut, sambutan Wali Kota dibacakan oleh Asisten II Setda Kota Denpasar mewakili Pemerintah Kota Denpasar.

Dalam sambutan tertulisnya, Wali Kota Denpasar menyampaikan apresiasi kepada SMSI Kota Denpasar yang telah menginisiasi ruang dialog publik sebagai bagian dari kontribusi nyata media dalam pembangunan kota.

“Permasalahan kemacetan tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, pelaku usaha, media, serta masyarakat. Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya melakukan pembenahan melalui peningkatan manajemen lalu lintas, penguatan transportasi publik, serta penataan ruang yang berkelanjutan,” demikian kutipan sambutan Wali Kota yang dibacakan Asisten II.

Lebih lanjut disampaikan bahwa momentum Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar hendaknya dimaknai sebagai refleksi bersama untuk membangun kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga nyaman, tertib, dan berkelanjutan.

Diskusi publik ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman, keresahan, sekaligus gagasan solusi terhadap persoalan kemacetan yang semakin kompleks di Kota Denpasar.

Foto: Sesi foto peserta Diskusi Publik mengatasi kemacetan di Kota Denpasar, (26/2).

Empat narasumber dari unsur pemerintah, kepolisian, dan akademisi turut dihadirkan, yakni Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar Ketut Sriawan, Kasat Lantas Polresta Denpasar Yusuf Dwi Admodjo, Guru Besar Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. Ar. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI., serta Guru Besar Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D.

Baca Juga:  Dubes Amerika Kunjungi Bali, Gubernur Koster Paparkan Tata Kelola Pariwisata Bermartabat

Beragam perspektif diharapkan memperkaya pembahasan, mulai dari aspek teknis rekayasa lalu lintas, penegakan hukum, tata ruang kota, hingga pendekatan kebijakan berbasis kajian akademik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar yang jatuh pada 27 Februari 2026. Melalui forum ini, SMSI Kota Denpasar ingin berkontribusi dalam mendorong diskursus publik yang sehat, solutif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga:  DTIK Festival 2026 Meriahkan HUT ke-238 Kota Denpasar, Usung Tema Teknologi Hijau

Momentum HUT Kota Denpasar diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi refleksi kolektif dalam menentukan arah pembangunan kota serta peningkatan kualitas hidup warga di masa mendatang.

Melalui diskusi publik ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama sekaligus lahir gagasan-gagasan aplikatif yang dapat menjadi masukan konstruktif bagi para pemangku kebijakan, sekaligus memperkuat peran media sebagai jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah.(wins)

Editor: Ken

Adevertizment/suzuki/II/26

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here