Sekda Eddy Mulya Tutup Utsawa Dharma Gita dan Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar 2026

0
109
Foto: Gelaran Utsawa Dharma Gita (UDG) dan Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar Tahun 2026 resmi berakhir dan ditutup oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya di Wantilan Pura Agung Lokanatha, Denpasar, pada Kamis (26/2) petang.

Jadi Wahana Pembinaan dan Pembibitan Kesusastraan Bali

DENPASAR, KEN-KEN – Gelaran Utsawa Dharma Gita (UDG) dan Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar Tahun 2026 resmi berakhir. Kegiatan tahunan tersebut ditutup oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, di Wantilan Pura Agung Lokanatha, Denpasar, Kamis (26/2/2026) petang.

Penutupan ditandai dengan penyerahan piala, piagam, dan hadiah kepada para juara lomba dari berbagai kategori yang dipertandingkan selama empat hari pelaksanaan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Kabag Prokopim Denpasar Putu Ayu Yuni Sugiantari, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda Eddy Mulya menegaskan bahwa Utsawa Dharma Gita dan Bulan Bahasa Bali yang dilaksanakan setiap tahun menjadi wahana strategis dalam pencarian bibit pelestari dan praktisi kesusastraan Bali yang adiluhung.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan berkelanjutan guna mempersiapkan generasi muda Denpasar untuk berprestasi pada ajang Utsawa Dharma Gita tingkat Provinsi Bali hingga nasional.

“Sejalan dengan visi Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar Maju, maka derap langkah pelestarian budaya dan sastra Bali terus menjadi napas utama pelaksanaan Utsawa Dharma Gita dan Bulan Bahasa Bali di Kota Denpasar,” ujar Eddy Mulya.

Ia menambahkan, penguatan identitas budaya melalui bahasa dan sastra Bali menjadi fondasi penting dalam menjaga jati diri masyarakat di tengah arus globalisasi.

Baca Juga:  Inaugurasi “Surya Candra Jagaditha” Warnai Puncak HUT ke-238 Kota Denpasar

Diikuti 301 Peserta dari Berbagai Unsur

Sementara itu, Ketua Widyasabha Kota Denpasar, Ketut Mawas Radika, menjelaskan bahwa kegiatan Utsawa Dharma Gita dan Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 dilaksanakan sejak 23 Februari dan berakhir pada 26 Februari 2026.

Kegiatan berlangsung di tiga lokasi, yakni Jaba Tengah dan Wantilan Pura Agung Lokanatha Denpasar, serta Youth Park Taman Kota Lumintang.

“Tahun ini diikuti sebanyak 301 peserta yang terdiri atas siswa-siswi, masyarakat umum, sekaa teruna, hingga unsur desa adat se-Kota Denpasar,” ujarnya.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi:

  • Menghafal Sloka kategori anak dan remaja putra-putri
  • Membaca Sloka kategori remaja dan dewasa putra-putri
  • Palawakya kategori remaja dan dewasa putra-putri
  • Kekawin kategori remaja dan dewasa putra-putri
  • Dharma Wacana Bahasa Bali kategori remaja dan dewasa putra-putri
  • Dharma Wacana Bahasa Inggris kategori putra dan putri
  • Kidung Dewasa campuran
Baca Juga:  HUT Ke-238 Denpasar, Wali Kota Jaya Negara Ajak Perkuat Harmoni dan Kolaborasi Pembangunan

Masing-masing cabang memperebutkan juara I, II, dan III.

Ketut Mawas Radika menegaskan bahwa pelaksanaan Utsawa Dharma Gita dan Bulan Bahasa Bali merupakan bentuk nyata penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali di Kota Denpasar.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pembinaan berkelanjutan dalam melestarikan kesusastraan Bali, sekaligus memperkokoh karakter generasi muda yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kota Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan bahasa dan sastra Bali sebagai bagian penting dalam pembangunan kota berbasis budaya.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here