
DENPASAR, KEN-KEN — Kota Denpasar kembali menggelar Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (DTIK) Festival 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-238 Kota Denpasar. Festival ini akan berlangsung mulai Jumat (27/2) hingga Minggu (1/3) di Kawasan Dharma Negara Alaya, Graha Sewaka Dharma, dan Taman Kota Lumintang.
Mengusung tema “Harmonizing Technology for a Greener Tomorrow”, DTIK Festival menekankan pentingnya menyelaraskan transformasi digital dengan keberlanjutan lingkungan. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa festival ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, melibatkan perangkat daerah, akademisi, startup, komunitas, asosiasi, hingga perguruan tinggi.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa teknologi dapat bersinergi dengan sektor ekonomi kreatif, budaya, ketenagakerjaan, dan pelayanan publik dalam satu ekosistem pembangunan terintegrasi. Harapan kami, inovasi digital terus tumbuh dan memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Arya Wibawa saat jumpa pers di Dharma Negara Alaya.
Kadis Kominfos Kota Denpasar, I Gde Wirakusuma Wahyudi, menjelaskan bahwa DTIK Festival menghadirkan 35 stand pameran TIK yang menampilkan inovasi dari akademisi, startup, komunitas, dan perangkat daerah. Selain itu, festival juga diramaikan dengan:
- Pameran UMKM melalui acara SENJA
- Gema Tridatu yang menampilkan produk IKM
- Bazar Pangan untuk menjaga stabilitas harga
- Lomba Ikan Mas Koki Bali sebagai upaya pelestarian
- Bursa Kerja dengan ribuan lowongan dari ratusan perusahaan
- Parade Ngelawar dan Apresiasi Budaya HUT Kota Denpasar
- Funwalk bertabur hadiah di hari terakhir
Selaras dengan tema “Greener Tomorrow”, sejumlah lomba difokuskan pada isu lingkungan dan literasi digital, seperti Lomba Video Drone, Lomba Pengelolaan Sampah tingkat Desa/Kelurahan, Lomba Video berbasis AI, serta kompetisi e-Sport dan menyanyi anak.
Festival ini juga menghadirkan layanan publik melalui mobil keliling, termasuk Samsat, SIM, perpustakaan, pajak, BNN, hingga layanan kas Bank Indonesia.
Wirakusuma menegaskan bahwa DTIK Festival menjadi bukti komitmen Denpasar sebagai kota cerdas yang tidak hanya berorientasi pada transformasi digital, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan. “Area kegiatan DTIK Festival dilengkapi dengan waste station dan sistem pengelolaan sampah terintegrasi sebagai implementasi nyata konsep ramah lingkungan,” ujarnya.
Editor: Ken


