DENPASAR, KEN-KEN — Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan bahwa pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) merupakan ajang penting untuk membangun ekosistem sandang atau fashion di Pulau Dewata. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri DBFD ke-2 yang digelar di Taman Budaya Art Centre Denpasar.
“Pengalaman di periode pertama, ketika kami memberikan perhatian kepada para desainer, maka ekosistemnya terbangun,” ujar Putri Koster.
Ia menjelaskan, wadah seperti DBFD mampu menumbuhkan kreativitas desainer, sekaligus menggeliatkan penenun, model, koreografer, hingga komposer musik lokal Bali. Menurutnya, keberadaan ajang fashion ini tidak hanya memperkuat industri sandang, tetapi juga membuka peluang besar bagi pelestarian budaya Bali.
Putri Koster menambahkan, kegiatan fashion di Bali kini mulai dilirik oleh Dekranas Pusat dan berpotensi diadopsi oleh provinsi lain.
Pelaksanaan DBFD dan Bali Dekranasda Fashion Week terbukti mendongkrak omzet UKM dalam Pameran IKM Bali Bangkit. “Setiap kali BDFD dilaksanakan, omzet penjualan busana di IKM Bali Bangkit mampu mencapai Rp250–300 juta. Ini adalah bentuk partisipasi aktif ASN di lingkungan Pemprov Bali,” jelasnya.
Putri Koster juga mengingatkan masyarakat Bali untuk mendukung industri sandang lokal dengan menggunakan kain tenun tradisional karya desainer Bali. Ia mengimbau agar masyarakat tidak tergiur membeli pakaian bekas bermerek dengan harga murah, karena dapat mematikan ekosistem sandang lokal.
DBFD ke-2 menampilkan ratusan desain busana karya desainer lokal Bali, mulai dari busana adat, busana kerja, hingga busana kasual. Pameran ini melibatkan sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali, termasuk Biro Hukum Setda Provinsi Bali, BKPSDM Provinsi Bali, RSU Dharma Yadnya, dan Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali.
Editor: Ken




