
DENPASAR, KEN-KEN— Hujan deras yang mengguyur wilayah Denpasar selama tiga hari berturut-turut memicu tanah longsor di area sekitar SD Sathya Sai, Denpasar Utara, (24/2/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan bangunan perpustakaan sekolah roboh setelah tanah di sisi bangunan ambles.
Camat Denpasar Utara, I Made Arianta, yang turun langsung meninjau lokasi, meminta agar ruang kelas di sekitar titik longsor dikosongkan sementara. “Kontur tanah di sekitar bangunan masih sangat labil. Senderan tanah terlihat miring dan berpotensi memicu longsor susulan. Untuk sementara, ruang kelas yang berdekatan dengan lokasi longsor kami minta untuk tidak digunakan,” ujarnya.
Tanah yang mengalami longsor diketahui merupakan milik Banjar Bantas, Denpasar Utara. Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor yang berdampak pada bangunan sekolah.

Penanganan Awal
Di lokasi kejadian pihak Yayasan SD Sathya Sai, aparat kepolisian, BPBD Kota Denpasar, perangkat desa, serta pihak Banjar Bantas, k bersama-sama melakukan pengecekan dan penanganan awal guna memastikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Pihak yayasan menyatakan bahwa situasi ini telah dilaporkan kepada Wali Kota Denpasar sebagai bentuk koordinasi dan permohonan dukungan penanganan lebih lanjut. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar akan dipindahkan ke ruang lain yang dinilai lebih aman.
Meski bangunan perpustakaan roboh, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemerintah setempat bersama pihak sekolah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi guna mencegah risiko lebih besar.
BPBD Denpasar mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Editor: Ken


