Gubernur Koster: Pemerintah Wajib Fasilitasi Kebutuhan Sulinggih demi Jaga Budaya Bali Hadiri Perayaan Ke-4 Ulang Tahun SKHDNP

0
211
Foto: Gubernur Wayan Koster menghadiri perayaan HUT ke-4 Sabha ke-4 Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat (Dhira Sera Dharma Manah), di Sekretariat SKHDN Pusat, Denpasar, Minggu (22/2).

DENPASAR, KEN-KEN – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa keberadaan para sulinggih merupakan bagian penting yang wajib mendapat perhatian pemerintah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat (Dhira Sera Dharma Manah) di Sekretariat SKHDN Pusat, Denpasar, Minggu (22/2).

Menurut Koster, para sulinggih memiliki tugas berat di bidang ritual untuk menjaga kedamaian dan keselamatan Bali secara niskala. Ia menekankan bahwa Bali berbeda dengan provinsi lain karena budayanya yang menjadi cara hidup masyarakat, mulai dari upacara sederhana seperti saiban dan canang, hingga upacara besar seperti Eka Dasa Rudra.

“Bali dibedakan oleh kebudayaan yang dimiliki, dilestarikan, dan dijaga hingga saat ini. Jangan sampai kita kehilangan jati diri lantaran mengimpor budaya asing yang mematikan budaya lokal,” tegasnya.

Baca Juga:  Semangat HPSN, TP PKK Denpasar Perkuat Gerakan Kelola Sampah Berbasis Rumah Tangga

Koster menambahkan bahwa perekonomian Bali tumbuh dari kebudayaan, sehingga adat istiadat harus dijaga dengan kekuatan terarah untuk menghalau ancaman dari luar maupun dalam. Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, ia mengajak masyarakat menjaga keselarasan hidup baik secara sekala maupun niskala.

Ia menekankan bahwa tatanan niskala harus dijaga oleh para sulinggih sesuai dresta Bali agar Bali tetap ajeg, damai, dan pura terpelihara dengan baik. “Saya harapkan para sulinggih terus menegakkan dresta Bali agar budaya dan adat istiadat tidak meluntur, sehingga pembenahan menuju hal yang lebih baik tidak harus dimulai dari awal,” ujarnya.

Baca Juga:  Tekan Angka Penyebaran HIV/AIDS, Ibu Putri Koster: Butuh Sosialisasi Lebih Masif

Koster menegaskan bahwa pemerintah sebagai guru wisesa berkewajiban memberikan perlindungan dan perhatian kepada para sulinggih agar mereka dapat menjalankan tugas dengan baik dalam menjaga Bali.

Sementara itu, Dang Dhira Rajya/Rajya Rshi (Manggala Uttama) SKHDN Pusat, Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, menyampaikan bahwa para sulinggih se-Bali akan tetap konsisten melaksanakan tugas menjaga Bali secara niskala. Menurutnya, keseimbangan sekala dan niskala akan membawa kedamaian dalam berpikir, berkata, dan berbuat demi menjaga Bali melalui program-program pemerintah.

Editor: Ken

Adevertizment/suzuki/II/26

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here