Program Prioritas Terkendala Dana, Perbekel Desa Biaung Dorong Desa Wisata Berbasis Pertanian dan Kolaborasi Desa Adat

0
85
Foto: Kepala Desa Biaung, I Gusti Nyoman Suwirta, (17/2).

BIAUNG, KEN-KEN – Pemerintah Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, terus berupaya menjaga keberlanjutan program prioritas desa meskipun menghadapi kendala akibat pengurangan alokasi dana desa dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya pelaksanaan sejumlah program pengembangan di luar ketentuan normatif yang telah ditetapkan.

Perbekel Desa Biaung, I Gusti Nyoman Suwirta, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan desa.

“Program yang bersifat normatif tetap berjalan, namun untuk pengembangan tambahan memang mengalami hambatan karena faktor dana. Oleh karena itu, kami harus mencari sumber-sumber pendapatan desa yang lebih mandiri,” ujar I Gusti Suwirta disela-sela ngaturang bhakti saat piodalan di Pura Puseh, Desa Adat Pemanis, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga:  Polemik Penonaktifan BPJS PBI, Warganet Apresiasi Langkah Responsif Walikota Denpasar

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Desa Biaung memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sekaligus menggali potensi desa melalui pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Potensi pertanian, budaya, dan religi termasuk kawasan cagar budaya di Pemanis dan Banjar Pumahan dinilai memiliki daya tarik yang dapat dikembangkan secara profesional.

Konsep desa wisata yang dirancang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi lokal. Rencana pembangunan fasilitas pendukung seperti jogging track, sentra kuliner tradisional, serta pengembangan produk pertanian dan kerajinan lokal menjadi bagian dari program tersebut.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Resmikan Tower Beji Abianlalang, Wanasari, Tabanan

Melalui kolaborasi dengan desa adat setempat diharapkan menjadi kunci utama. Pemerintah Desa Biaung bersama desa adat akan bersinergi dalam tata kelola kawasan wisata, pelestarian cagar budaya, pengaturan kegiatan keagamaan dan budaya, serta menjaga harmonisasi antara pembangunan dan kearifan lokal. Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan model desa wisata yang berkelanjutan, berbasis nilai-nilai adat, serta memberikan manfaat langsung bagi krama desa.

Selain fokus pada penguatan ekonomi, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi agenda prioritas. Pemerintah desa berencana mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis desa sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan mendukung citra desa wisata yang sehat dan nyaman.

Baca Juga:  Sekda Eddy Mulya Buka Sosialisasi dan Rakor Pengawasan 2026

“Wacana terkait penanganan sampah saat ini di wilayah kami sudah ada bank sampah. Masyarakat desa yang mengumpulkan botol-botol plastik yang setiap minggu diambil oleh bank sampah,” ujarnya.

Dengan strategi tersebut, Pemerintah Desa Biaung optimistis mampu mengatasi keterbatasan anggaran sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengembangan potensi lokal secara terintegrasi dan berkelanjutan. (art)

Editor: Ken

Adevertizment/suzuki/II/26

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here