
DENPASAR, KEN-KEN – Dalam rangka menyemarakkan Kasanga Festival, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Denpasar akan menggelar Parade Ogoh-Ogoh Anak TK di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, pada 8 Maret 2026 mendatang. Parade ini akan melibatkan perwakilan lembaga TK se-Kota Denpasar.
Rencana kegiatan disampaikan Sekretaris IGTKI Kota Denpasar, Ni Putu Dessy Ari Susanti, saat audiensi dengan Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dan Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, di Kantor Wali Kota Denpasar. Parade ini turut diakomodir oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar serta dikoordinasikan bersama Pasikian Yowana sebagai bentuk sinergi lintas generasi dalam menjaga keberlanjutan budaya Bali.
Ni Putu Dessy Ari Susanti menjelaskan bahwa Kasanga Festival merupakan momentum budaya sarat nilai filosofis dan spiritual, khususnya sebagai rangkaian penyambutan Hari Raya Nyepi.
“Parade Ogoh-Ogoh Anak TK ini kami gagas sebagai upaya pelestarian budaya Bali sejak usia dini. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi budaya yang ramah anak, menyenangkan, kreatif, dan tetap sarat nilai budaya,” ujarnya, Selasa (3/2).
Selain mengenalkan seni dan tradisi Bali, parade ini juga menanamkan kecintaan terhadap adat dan budaya Bali, memperkenalkan makna filosofis ogoh-ogoh secara edukatif, serta melatih kreativitas dan keberanian anak dalam berekspresi seni budaya.
Dalam parade tersebut akan ditampilkan 8 ogoh-ogoh anak TK yang mewakili seluruh kecamatan di Kota Denpasar. Ogoh-ogoh dibagi ke dalam dua tim besar, masing-masing terdiri dari sekitar 60 peserta, termasuk penggerak ogoh-ogoh dan fragmen pendukung. Setiap tim diberikan waktu tampil selama 10 menit.
Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, memberikan apresiasi atas inisiatif IGTKI Kota Denpasar.
“Parade Ogoh-Ogoh Anak TK dalam rangka Kasanga Festival ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian sosial, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Nilai-nilai budaya Bali dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus melalui pendekatan edukatif yang ramah anak dan berkelanjutan,” ujarnya.
Editor: Ken

