PLN Dukung Kebijakan Kendaraan Listrik di Bali, Gubernur Koster: Sejalan dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali

0
245
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat melaksanakan rapat terkait Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik bersama Direktur Retail dan Niaga PT. PLN (Persero) Adi Priyanto di Ruang Rapat Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha pada Sabtu (24/1)

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong penggunaan kendaraan listrik (EV) sebagai bagian dari transisi energi bersih dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kebijakan ini ditegaskan Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam rapat percepatan penggunaan kendaraan listrik bersama Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, di Jayasabha, Sabtu (24/1).

Koster menekankan bahwa kendaraan listrik lebih efisien, hemat energi, bebas polusi, dan sejalan dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang menjaga kesucian serta keharmonisan alam Bali.

“Program kendaraan listrik ini sempat tertunda karena pandemi, namun kini ekonomi masyarakat sudah membaik sehingga bisa dilaksanakan. Bali harus jadi pionir industri kendaraan listrik,” ujar Koster.

Ia menargetkan Bali sebagai pusat ekosistem EV dengan zonasi awal di Ubud, Sanur, Kuta, Nusa Dua, dan Nusa Penida yang direncanakan sebagai green island. Infrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) juga akan diperkuat, disertai kampanye dan kegiatan promosi melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas.

Senada dengan Gubernur, Adi Priyanto menegaskan bahwa kendaraan listrik menawarkan penghematan biaya operasional, perawatan lebih sederhana, serta pengalaman berkendara yang senyap dan bebas emisi.

PLN memastikan suplai listrik yang andal untuk mendukung ekosistem EV, dengan perencanaan infrastruktur masuk dalam RUPTL dan RJPP.

Baca Juga  Suzuki Tampilkan eVITARA dan Deretan Mobil Hybrid di GIIAS 2025, Perkuat Komitmen Menuju Mobilitas Berkelanjutan

“PLN berkomitmen meningkatkan jumlah SPKLU secara signifikan melalui inovasi berkelanjutan. Layanan PLN Mobile juga mempermudah pengguna EV dengan fitur Trip Planner, AntreEV, dan Hotline SPKLU 24/7,” jelasnya.

PLN juga menghadirkan program diskon Home Charging Services dan memperkuat SPKLU di destinasi wisata serta koridor perjalanan jarak jauh.

Baca Juga  Suzuki Hadirkan eVITARA dan Teknologi Ramah Lingkungan di GIIAS 2025

Adi Priyanto mengungkapkan, jumlah mobil listrik di Bali tumbuh rata-rata 2,5 kali per tahun dalam tiga tahun terakhir, mencapai 175 ribu unit pada 2025. Konsumsi energi EV didominasi oleh Home Charger sebesar 55% (2,24 GWh), sementara SPKLU menyumbang 45% (1,82 GWh).

“Keseimbangan pengembangan Home Charger dan SPKLU menjadi kunci keberlanjutan ekosistem EV di Bali,” tutupnya.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here