
DENPASAR, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri pengukuhan Pecalang Desa Adat Sumerta Masa Bakti 2026–2030 yang dipimpin Bendesa Adat Sumerta di Wantilan Pura Desa dan Bale Agung Desa Adat Sumerta, Minggu (25/1) sore.
Sebagai tanda resmi pengukuhan, Wali Kota Jaya Negara didaulat memakaikan pin Pecalang kepada Komandan Kompi (Danki) dan Wakil Danki Pecalang Desa Adat Sumerta. Pengukuhan ini menandai dimulainya masa ayahan baru Pecalang Desa Adat Sumerta.
Turut hadir Anggota DPRD Kota Denpasar I Made Mudra, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, Jro Bendesa Desa Adat Sumerta I Made Ariawan Payuse, para perbekel se-Desa Adat Sumerta, sesepuh Pecalang, serta tokoh masyarakat dan adat lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan Upacara Mejaya-Jaya Pecalang yang dipuput Ida Pandita Mpu Padma Nanda Griya Agung Pasek Sumerta. Sebanyak 109 Pecalang dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2030, dengan I Nyoman Cangker terpilih sebagai Komandan Kompi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jaya Negara mengucapkan selamat bertugas kepada Pecalang Desa Adat Sumerta dan mengapresiasi eksistensi Paiketan Pecalang.
“Pecalang dewasa ini diharapkan aktif berperan sebagai garda terdepan menjaga budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai tradisi di tengah derasnya kemajuan zaman, serta proaktif menjalin sinergi dengan instansi lain berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam (bergotong-royong),” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan Pecalang sangat penting untuk memastikan keamanan dan ketertiban, terlebih Bali sebagai daerah tujuan pariwisata yang sangat bergantung pada stabilitas kamtibmas.
Sementara itu, Jro Bendesa Desa Adat Sumerta, I Made Ariawan Payuse, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkot Denpasar terhadap Paiketan Pecalang.
Editor: Ken

