
Komitmen Optimalisasi Pengolahan Sampah dari Hulu hingga Hilir
DENPASAR, KEN-KEN — Pemerintah Kota Denpasar memastikan komitmennya dalam penanganan sampah dengan menambah mesin berkapasitas 200 ton pada awal tahun 2026. Langkah ini dilakukan meski Pemkot Denpasar secara resmi telah mengajukan penundaan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung kepada Menteri Lingkungan Hidup.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi I, II, III, dan IV DPRD Kota Denpasar, Jumat (19/12). Menurutnya, pengolahan sampah di Denpasar dijalankan melalui tiga zona utama:
- Zona Hulu: pembangunan teba modern/teba vertikal dan tabung komposter untuk masyarakat, kantor pemerintah, maupun swasta.
- Zona Tengah: optimalisasi TPS3R yang kini berjumlah 24 unit, termasuk pembangunan baru di wilayah Sesetan.
- Zona Hilir: penguatan Pusat Daur Ulang (PDU) di TPST dengan penambahan mesin gibrig, pencetak paving, serta mesin pengolah sampah menjadi energi terbarukan.
“Kendala-kendala ini akan terus kita optimalisasi, termasuk penambahan mesin di awal tahun 2026, penambahan tenaga operasional, hingga fasilitasi pembangunan teba modern dan tabung komposter,” ujar Jaya Negara.
Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, menegaskan bahwa sampah adalah masalah bersama yang membutuhkan kesadaran kolektif seluruh stakeholder.
“Kita sepakat untuk terus bersinergi menjadi solusi atas permasalahan sampah, sehingga penanganannya dapat berlangsung berkelanjutan dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Rapat kerja ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Ida Bagus Yoga Adi Putra dan Made Oka Cahyadi Wiguna, segenap anggota DPRD, Pj. Sekda Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, pimpinan OPD, serta perbekel/lurah se-Kota Denpasar.
Dengan penambahan mesin berkapasitas besar dan sinergi lintas pihak, Pemkot Denpasar optimistis pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan mendukung visi Denpasar sebagai kota ramah lingkungan.
Editor: Ken

