
SINGARAJA, KEN-KEN — Pengurus Paiketan Rantauan Buleleng (PRABU) Catur Muka di bawah kepengurusan baru menggelar audiensi dengan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, di ruang kerjanya, Selasa (17/12). Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus komunikasi antara organisasi perantauan asal Buleleng yang berdomisili di Denpasar dengan Pemerintah Daerah Buleleng.
Audiensi dihadiri penasehat PRABU Gede Wardana dan I Made Erwin Suryadarma, serta jajaran pengurus Gede Mahaputra, Kadek Sapta, dan Made Prapta. Dalam kesempatan itu, pengurus menyampaikan keberadaan PRABU Catur Muka sebagai wadah kebersamaan masyarakat perantauan Buleleng, sekaligus menjelaskan struktur organisasi dan fokus kegiatan sosial kemasyarakatan yang telah dijalankan.
Penasehat PRABU, I Made Erwin Suryadarma, menegaskan bahwa organisasi ini dibentuk untuk menjaga soliditas dan memperkuat semangat saling mendukung di antara perantauan asal Buleleng. Awalnya, anggota PRABU didominasi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Denpasar, namun kini keanggotaan berkembang mencakup berbagai kalangan profesional.
Dalam kepengurusan baru, Bupati Buleleng dan Wali Kota Denpasar ditetapkan sebagai pelindung organisasi guna memperkuat sinergi antara perantauan dengan pemerintah daerah. Agenda perdana kepengurusan baru adalah Sarasehan Temu Wirasa bertema “Sinergi Pembangunan Buleleng dengan Denpasar melalui Spirit Vasudhaiva Kutumbakam”.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyambut baik keberadaan PRABU Catur Muka dan rencana penyelenggaraan sarasehan. Ia menyatakan siap hadir jika tidak ada halangan.
Kegiatan Temu Wirasa akan melibatkan akademisi, praktisi, birokrat, pengusaha, hingga masyarakat perantauan Buleleng dari berbagai wilayah. PRABU Catur Muka berharap sarasehan ini menjadi ruang komunikasi dan pertukaran gagasan konstruktif untuk memperkuat kontribusi perantauan dalam pembangunan.
Temu Wirasa akan dijadwalkan pada Minggu, 21 Desember 2025, pukul 10.00 WITA di NEXX Cafe, Jalan Diponegoro No. 146, Denpasar.
Editor: Ken

