GIANYAR, KEN-KEN – Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada pengembangan strategi usaha kerajinan keris di Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. I Made Sara, S.E., M.P. bersama Dr. I Made Suniastha Amerta, S.S., M.Par., serta tim akademisi lainnya.
PKM ini berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Usaha kerajinan keris yang masuk dalam sektor ekonomi kreatif diyakini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperkuat UMKM, serta membuka peluang kerja produktif dan regenerasi profesi pengrajin keris.
“Kerajinan keris bukan hanya bernilai budaya, tetapi juga berpotensi menjadi aset ekonomi lokal yang berharga. Jika dikelola dengan baik, keris dapat mendukung pariwisata berkelanjutan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Prof. Made Sara.
Dalam hasil identifikasi, sejumlah permasalahan yang dihadapi komunitas pengrajin di Gianyar antara lain terkait dampak sosial-ekonomi usaha kerajinan keris, faktor-faktor peningkat kesejahteraan, serta strategi pengembangan usaha agar lebih optimal dalam menopang ekonomi kreatif.
Melalui pendekatan lapangan, tim PKM Unwar menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur dampak ekonomi sekaligus memahami pengalaman pengrajin secara mendalam. Langkah ini juga ditujukan untuk mendorong minat generasi muda pande agar mau melanjutkan profesi pengrajin keris.
“Dampak usaha kerajinan keris terbukti positif dan signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah daerah, stakeholder, dan komunitas, subsektor ini bisa berkembang menjadi strategi efektif integrasi ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat di Gianyar,” tegas Prof. Sara.
Editor: Ken