Sunday, August 31, 2025

Bintang Puspayoga Dukung Kepemimpinan Perempuan yang Inklusif Tingkat Global

Share

​Jakarta, ken-kenkhabare.com | Bali Lintas Media – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hadir secara daring sebagai pembicara pada pada Global Summit of Women yang dilaksanakan pada tanggal 21 sd 22 Februari 2023 di Abu Dhabi, United Arab Emirates. Pada pertemuan yang dihadiri lebih dari 100 negara dengan tema “The Global Summit on The Role of Female Leadership in Establishing Peace, Social Integration, and Driving Prosperity”, Menteri PPPA menyampaikan bahwa melindungi dan memberdayakan perempuan bukan hanya prioritas tetapi juga menjadi kunci untuk mencapai masa depan yang damai, sejahtera bagi semua.

menteri
Menteri KPPA Bintang Puspayoga


“Pemerintah Indonesia telah memastikan masa depan rakyatnya melalui Konstitusi Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 yang menjamin atas hak seluruh warga negara mendapatkan hak yang sama atas rasa aman, terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan tindakan diskriminasi”, ujar Menteri PPPA.
Pertemuan yang dibuka oleh Dr. Sheika Fatima bin Mubarak, Mother of Nationa, Chairwomen of the General Women’s Union, President of the Supreme Council for Motherhood and Childhood,and Supreme Chairwomen of the Famili Development Foundation, UAE menyampaikan bahwa peran perempuan sangat penting dalam memajukan satu negara, maka itu keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan menjadi salah satu tujuan yang harus didukung dalam menciptakan perdamaian dan kesejahteraan melalui pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.


“Tentunya Indonesia yang saat ini memiliki penduduk lebih dari 270 juta jiwa yang hampir setengahnya adalah perempuan, dengan 70% diantaranya adalah perempuan usia produktif menjadi asset yang luar biasa dalam memajukan negara Indonesia. Meski masih adanya budaya patriaki yang menjadi barrier bagi perempuan dalam ikut serta berperan dalam proses pembangunan, namun transformasi atas persepsi budaya terus menjadi pekerjaan rumah kami dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender”, tambah Menteri PPPA.


Pertemuan ini menghadirkan para pembicara mewakili pemerintah, termasuk para Menteri dari negara-negara yang memiliki kemajuan dalam pencapaian kesetaraan gender; para praktisi, jurnalis, pelaku usaha dan wakil dari perempuan pejuang dalam menegakkan kesetaraan gender.


Salah satu pembicara mewakili Indonesia adalah Allisa Wahid, dari Nahdatul Ulama menyampaikan bahwa perempuan berperan dalam pengembangan kebijakan publik di Indonesia. Bahwa membawa suara, perspektif dan pengalaman perempuan akan sangat menentukan kualitas kebijakan publik. Alisa mencontohkan pengalaman Muslimat NU dan Aisiyah Muhammadiyah dalam kebijakan keluarga berencana di Indonesia tahun 1970-an.


Dalam pertemuan ini disepakati bahwa pentingnya mendukung kepemimpinan perempuan dan dukungan sesama perempuan (women support women) karena tantangan yang semakin besar pasca pandemic dan konflik. Pentingnya membuka dialog, kerjasama, dan pernyataan bersama untuk saling mendukung menuju kepemimpinan perempuan yang inklusif.​

Redaksi

Kontributor : Alit S.

Read more

Local News