
Jakarta (12/02) – Negara berkomitmen untuk menciptakan kesetaraan dan persamaan kedudukan antara perempuan dan laki-laki dalam segala sektor pembangunan. Namun sayangnya, pada kenyataannya hingga saat ini perempuan masih dikategorikan sebagai kelompok rentan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengungkapkan perempuan memiliki risiko lebih besar dalam mengalami diskriminasi, marginalisasi, hingga berbagai bentuk kekerasan berbasis gender yang terlihat dari berbagai data dan indeks.
“Perempuan merupakan ujung tombak dari pembangunan bangsa, termasuk dalam peningkatan kualitas sumber daya masyarakat. Dengan jumlah populasinya yang mengisi setengah dari jumlah penduduk Indonesia, perempuan memiliki potensi untuk berkontribusi dalam mencetak generasi yang bebas stunting, cerdas dan tangguh. Termasuk juga perempuan-perempuan hebat yang tergabung dalam WHDI,” ujar Menteri PPPA dalam sambutannya pada Peringatan HUT Ke-35 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), di Pura Mustika Dharma, Jakarta.
Sejalan dengan tema yang diambil pada HUT Ke-35 ini yakni Perempuan Berdaya Mewujudkan Generasi Bebas Stunting, Cerdas dan Tangguh. Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA memohon dukungan kepada seluruh jajaran WHDI sebagai organisasi perempuan hindu yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia yang hadir pada hari ini untuk bergerak bersama melawan stunting. Pencegahan yang dapat dilakukan oleh seluruh jajaran WHDI minimal dari rumah tangga sendiri akan memberikan kekuatan yang luar biasa dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia.
“Tentunya telah kita ketahui bersama, WHDI merupakan organisasi yang sumbangsihnya tidak dapat kita ragukan lagi dalam menginisiasi dan mendukung program pemberdayaan perempuan dari tingkat akar rumput. WHDI secara konsisten terus menjadi bagian yang inovatif, solutif, dan kreatif dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan. WHDI juga membuktikan bahwa ketika perempuan berdaya, maka yang merasakan keuntungannya bukan hanya dirinya sendiri, tetapi juga keluarganya, lingkungannya, hingga agama dan bangsanya. Bahkan, perempuan yang berdaya juga akan berjuang mencapai pemberdayaan perempuan di sekitarnya,” ungkap Menteri PPPA.
Menteri Bintang menyampaikan doa dan harapannya dalam ulang tahun WHDI agar semakin bertambahnya umur maka bertambah pula kebermanfaatan dan kontribusinya untuk masyarakat
“Dirgahayu 35 tahun untuk WHDI yang tidak pernah lelah memberikan berbagai upaya untuk memajukan perempuan-perempuan Hindu baik dalam bidang keagamaan maupun sosial-kemasyarakatan. Tentunya, berbagai upaya ini manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh kelompok perempuan hindu saja, tetapi lebih jauh lagi juga dirasakan oleh keluarga, lingkungan masyarakat, bahkan Negara,” tutup Menteri PPPA.
Sumber : Humas KPPPA